Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
spanduk selamat dan sukses pelantikan walikota 2,7x5
Kriminal

Cekcok di Jembatan Emas Berujung Pengeroyokan, Tim Buser Naga Tangkap Satu Pelaku

×

Cekcok di Jembatan Emas Berujung Pengeroyokan, Tim Buser Naga Tangkap Satu Pelaku

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Satreskrim Polresta Pangkalpinang melalui Unit Opsnal Tim Buser Naga berhasil mengamankan seorang pelaku dugaan tindak pidana pengeroyokan yang terjadi di kawasan Jalan Jembatan Emas, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.

Kapolresta Pangkalpinang, AKBP Max Mariners, S.I.K, dalam keterangannya pada Senin (26/1/2026) menyampaikan bahwa penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi Nomor: LP/B/19/I/2026/SPKT/POLRESTA PKP tertanggal 7 Januari 2026 terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan.

admin-ajax.png

Peristiwa pengeroyokan itu sendiri terjadi pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Jembatan Emas. Korban diketahui bernama Eko Gunawan (30), seorang buruh harian lepas yang juga berprofesi sebagai pengemudi ojek online.

“Berdasarkan laporan korban, kejadian bermula saat korban sedang mengantar penumpang yang memesan ojek online. Tiba-tiba dua orang pelaku mendatangi korban dan terjadi cekcok mulut hingga berujung kekerasan fisik,” jelas Kapolresta.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian mata dan kening sebelah kiri serta nyeri di bagian pinggang belakang, lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Pangkalpinang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Buser Naga melakukan penyelidikan intensif. Hingga pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, tim memperoleh informasi keberadaan salah satu pelaku di kawasan Tanjung Bunga. Pelaku berinisial Akbari (25) berhasil diamankan tanpa perlawanan.

“Hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan menyebutkan bahwa aksi pengeroyokan tersebut dilakukan bersama satu orang lainnya berinisial Iput, yang saat ini masih dalam pencarian,” ujar AKBP Max Mariners.

Dalam pengakuannya, Akbari menjelaskan bahwa kejadian bermula saat dirinya bersama rekannya melihat korban berada di dalam mobil bersama seorang wanita. Pelaku kemudian melontarkan ucapan bernada provokatif yang memicu pertengkaran. Cekcok tersebut berujung pada aksi kekerasan, di mana korban ditendang hingga terjatuh, dicekik, serta dipukul secara berulang.

Setelah kejadian, para pelaku melarikan diri karena korban sudah dalam kondisi berlumuran darah.

Saat ini, pelaku Akbari beserta barang bukti berupa satu lembar visum et repertum telah diamankan di Polresta Pangkalpinang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolresta Pangkalpinang menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan perkara, melengkapi administrasi penyidikan, menggelar perkara, serta berkoordinasi dengan pejabat utama (PJU) guna menuntaskan kasus tersebut, termasuk memburu satu pelaku lain yang masih buron.

“Polresta Pangkalpinang berkomitmen menindak tegas setiap bentuk tindak pidana yang meresahkan masyarakat,” pungkasnya. (RE)

error: Content is protected !!