Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
IMG-20260227-WA0012
Pangkalpinang

MUI dan LPPOM Babel Santuni Anak Yatim dan Dhuafa, Perkuat Sinergi Ekonomi dan Literasi Halal di Ramadan

×

MUI dan LPPOM Babel Santuni Anak Yatim dan Dhuafa, Perkuat Sinergi Ekonomi dan Literasi Halal di Ramadan

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama LPPOM Bangka Belitung menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa dalam momentum bulan suci Ramadan 1447 H.

Kegiatan sederhana bertema β€œSuper Semar” (Suasana Pererat Silaturahmi Semarak Makna Ramadan) tersebut berlangsung di halaman Kantor MUI dan LPPOM Bangka Belitung di Pangkalpinang, Rabu (11/3/2026).

admin-ajax.png

Ketua MUI Bangka Belitung Prof Dr KH Hatamar Rasyid menjelaskan bahwa MUI sebagai lembaga yang mengemban misi khodimul ummah dan shodiqul umara menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk berbagi kepada masyarakat, khususnya anak yatim piatu dan dhuafa.

β€œMUI dan LPPOM berbagi tali asih kepada mereka sekaligus menjaga silaturahmi dengan para stakeholder dan mitra strategis seperti perbankan, PLN serta berbagai pelaku UMKM di Bangka Belitung,” ujarnya.

Menurut Prof Hatamar, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan dengan berbagai pihak guna memperkuat ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, kegiatan ini sangat relevan untuk terus meningkatkan kinerja MUI Babel dan LPPOM Babel, terutama dalam membangun literasi halal serta memberikan pelayanan kepada umat.

β€œMelalui MUI Babel dan LPPOM Babel, kita terus berupaya menjalankan tugas memelihara umat, mulai dari makanan, minuman, pakaian hingga menjaga akidah,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Hatamar juga menekankan pentingnya membangun kemitraan strategis antara MUI, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya.

β€œDunia ini akan mampu memberikan kebermanfaatan apabila tokoh agama dan pemerintah dapat saling mendukung serta bersinergi dalam segala hal untuk kebaikan umat, masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Pangkalpinang Haris Munandar menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang terus bersinergi dengan MUI dan LPPOM dalam mendorong sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Ia menjelaskan bahwa program sertifikasi halal bagi UMKM berada di bawah pembinaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Pangkalpinang.

β€œTerkait sertifikasi halal ini masuk dalam program Dinas Perindag Koperasi dan UMKM tahun 2026. Ada pembinaan UMKM dan juga disiapkan anggaran untuk penerbitan sertifikasi halal,” ungkap Haris.

Di sisi lain, Direktur LPPOM Bangka Belitung Muhammad Ihsan STP MSi mengatakan kegiatan tersebut juga bertujuan mendorong pengembangan industri halal dan memperkuat ekosistem halal di Bangka Belitung.

Ia mengingatkan bahwa sebelum 17 Oktober 2026 pelaku usaha harus mulai mempersiapkan sertifikasi halal sesuai kebijakan pemerintah.

β€œKetika pemberlakuan wajib halal diterapkan, pelaku usaha hanya memiliki dua pilihan, yaitu memiliki sertifikat halal atau menyatakan produknya tidak halal,” jelas Ihsan.

Menurutnya, apabila tidak memenuhi ketentuan tersebut, pelaku usaha berpotensi dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.

Karena itu, LPPOM Babel mengimbau para pelaku usaha, khususnya usaha menengah dan besar, untuk segera mengurus sertifikasi halal.

β€œKami juga mengimbau Disperindag provinsi, kabupaten dan kota serta bagian Kesra di daerah untuk memfasilitasi sertifikasi halal bagi usaha mikro, kecil dan menengah,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara LPPOM Bangka Belitung dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Babel.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kultum menjelang berbuka puasa oleh Ketua Umum MUI Bangka Belitung Prof Dr KH Hatamar Rasyid, sekaligus penyerahan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa. (AS)

error: Content is protected !!