Pangkalpinang, nidianews.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pangkalpinang menggelar Lomba Masak Lempah Kuning yang berlangsung meriah di halaman SMAN 3 Pangkalpinang, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini diikuti para guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA yang merupakan perwakilan terbaik hasil seleksi di tingkat kecamatan.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke-80, yang tahun ini ikut mengusung himbauan khusus dari PMI Pusat agar perayaan lebih bernuansa edukatif dan mengangkat budaya lokal
“Lomba ini merupakan satu dari rangkaian event HGN dan HUT PGRI ke-80. Kami ingin mengangkat kearifan lokal kuliner Bangka Belitung, agar lempah kuning tidak hanya dikenal nasional tapi juga mendunia,” ujar Ishak ketua PGRI Kota Pangkalpinang.
Peserta yang tampil hari ini merupakan juara 1 hingga 4 dari tiap kecamatan. Mereka dipilih secara selektif oleh PGRI kecamatan, sehingga yang berlaga di tingkat kota merupakan perwakilan terbaik.
Selain lomba memasak lempah kuning, PGRI juga telah melaksanakan berbagai kegiatan sebelumnya, seperti Olimpiade Guru pada 13 November, Lomba Bola Voli Putri di GOR Pangkalpinang, dan Lomba Mancing di Gentong. Sementara sore nanti akan digelar final futsal di lapangan Waka-Waka.
Menariknya, Lomba Masak Lempah Kuning turut menghadirkan juri kehormatan, yakni Ketua TP PKK sekaligus Ibu Wali Kota Pangkalpinang. Meski hadir sedikit terlambat karena agenda mendampingi Istri Gubernur, beliau menjadi bagian penting dari lima juri yang menilai kreativitas dan cita rasa hidangan peserta. Juri lainnya berasal dari konten kreator kuliner, sesepuh kuliner Bangka Belitung, hingga perwakilan Dinas Pariwisata.
“Ini pertama kalinya Lomba Lempah Kuning digelar di tingkat kota. Tahun lalu masih kami lakukan di kecamatan. Ke depan, kegiatan seperti ini harus terus digalakkan tiap peringatan HGN dan HUT PGRI,” tambah panitia.
Suasana lomba berlangsung hangat dan penuh semangat. Para juri serta pengunjung tampak antusias mengamati keunikan racikan bumbu setiap tim, yang semuanya berharap dapat menghadirkan cita rasa lempah kuning paling autentik dan menggugah selera.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas guru, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarpendidik serta melestarikan kuliner khas Bangka Belitung.(RE)


















