Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
1770715584014
Pangkalpinang

Wakil Ketua DPRD Babel Soroti Sikap Awak Kabin Super Air Jet, Nilai Cederai Hak Penumpang

×

Wakil Ketua DPRD Babel Soroti Sikap Awak Kabin Super Air Jet, Nilai Cederai Hak Penumpang

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, menyayangkan perlakuan awak kabin maskapai Super Air Jet dalam penerbangan IU-820 rute Jakarta (CGK) menuju Pangkalpinang (PGK), Jumat (3/4/2026).

Edi mengungkapkan dirinya turut berada dalam penerbangan tersebut dan menyaksikan langsung insiden penolakan buket bunga potong yang dibawa salah satu penumpang untuk keperluan tradisi Cheng Beng.

admin-ajax.png

“Saya ikut dalam penerbangan itu dan melihat langsung bagaimana pramugari serta petugas di lapangan menolak dengan cara yang menurut saya cukup kasar terhadap penumpang yang membawa kembang potong,” ujar Edi dalam keterangannya.

Menurutnya, setelah menelusuri sejumlah referensi dan menyaksikan kembali video kejadian, bunga potong tersebut tidak termasuk barang yang dilarang masuk ke kabin pesawat. Ia juga menyebut bahwa pihak Avsec Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya telah mengizinkan barang tersebut dibawa hingga ke dalam kabin.

“Ini sangat saya sayangkan karena mencederai hak penumpang. Apalagi sikap salah satu awak kabin yang membentak dan tidak sopan,” tegasnya.

Edi bahkan menyoroti pernyataan awak kabin kepada penumpang yang dinilainya tidak pantas.
“Mau Ibu yang turun, atau kembangnya yang kami turunkan?”

“Kalimat seperti itu sangat tidak pantas disampaikan kepada penumpang. Seharusnya cukup dijelaskan aturan secara baik dan profesional,” katanya.

Ia juga meminta manajemen Super Air Jet untuk segera melakukan evaluasi dan meningkatkan pelatihan terhadap awak kabin maupun staf lapangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Lebih lanjut, Edi menekankan pentingnya menghormati nilai-nilai budaya masyarakat, khususnya di Bangka Belitung yang tengah melaksanakan tradisi Cheng Beng.

“Kita harus sama-sama menghormati tradisi masyarakat Tionghoa yang sedang menjalankan Cheng Beng. Ini bagian dari kearifan lokal yang harus dijaga,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung kasus lain yang terjadi sebelumnya, yakni 29 santri yang gagal diberangkatkan ke Jakarta beberapa waktu lalu. Ia menyebut laporan kasus tersebut telah masuk ke pihak kepolisian dan berharap dapat ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

“Dua kejadian ini sangat mencederai kami sebagai wakil rakyat Bangka Belitung. Kami berharap hukum bisa ditegakkan dan pelayanan maskapai diperbaiki,” tutupnya. (RE)

error: Content is protected !!