Pangkalpinang, nidianews.com – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Komisi I Fraksi Partai NasDem, Ucok Oktahaber, menegaskan komitmennya untuk tetap melaksanakan kegiatan reses meskipun di tengah keterbatasan anggaran dan kondisi APBD yang mengalami defisit.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai di kediamannya di Jalan Timah I, Pangkalpinang, Minggu (18/1/2026), usai melaksanakan reses lanjutan yang dilakukan secara mandiri di rumah.
Ucok menjelaskan, reses yang dilaksanakan hari ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan reses gabungan sebelumnya yang diikuti enam dari tujuh anggota dewan. Satu anggota lainnya belum dapat hadir karena masih dalam proses pergantian antar waktu (PAW).
“Reses hari ini menindaklanjuti reses kemarin yang dilaksanakan secara gabungan. Karena satu anggota belum PAW, jadi yang hadir kemarin enam orang. Hari ini kami lanjutkan reses di rumah,” kata Ucok.
Ia menegaskan bahwa reses tetap harus dilaksanakan karena merupakan program wajib DPRD yang dilakukan tiga kali dalam satu tahun, meskipun realisasi aspirasi masyarakat sejauh ini belum berjalan sesuai harapan.
“Walaupun aspirasi masyarakat, khususnya dari Kampung Paswe, sampai hari ini belum ada satu pun yang terealisasi, reses tetap harus kita laksanakan,” ujarnya.
Menurut Ucok, belum terealisasinya usulan masyarakat tidak terlepas dari kondisi keuangan daerah. APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini mengalami defisit, sehingga berdampak pada pemangkasan berbagai anggaran, termasuk hak anggota dewan.
“Kami juga terkena pemotongan. Gaji dipotong untuk tahun 2026, anggaran perjalanan dinas dipotong sekitar 15 sampai 17 persen, dan terakhir anggaran reses juga dipotong. Tapi walaupun dipotong, reses tetap harus dilakukan,” jelasnya.

Salah satu usulan prioritas warga yang hingga kini belum terealisasi, lanjut Ucok, adalah pembangunan gorong-gorong di wilayah Kampung Paswe. Usulan tersebut bahkan sudah diajukan sebanyak tiga kali melalui reses.
“Gorong-gorong itu sudah tiga kali kita usulkan. Alur air dari Kelurahan Kampung opas sampai hari ini belum juga terealisasi,” ungkapnya.
Ucok berharap, ke depan setidaknya ada sebagian kecil aspirasi masyarakat yang dapat direalisasikan agar kegiatan reses tidak hanya bersifat formalitas.
“Harapan saya, jangan sampai reses ini percuma. Paling tidak satu atau dua usulan bisa terealisasi. Jangan sampai tidak ada sama sekali,” tegasnya.
Ia menambahkan, dirinya tidak mempersoalkan siapa pihak yang nantinya mengerjakan program tersebut, selama usulan masyarakat benar-benar diwujudkan.
“Siapapun yang mengerjakan silakan. Saya tidak mau ikut urusan pokir-pokir itu. Yang penting usulan masyarakat dilaksanakan dan terealisasi. Kalau itu terjadi, saya sudah bangga,” katanya.
Menutup pernyataannya, Ucok berharap kondisi ekonomi daerah dan APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat membaik ke depan, sehingga aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses dapat diwujudkan.
“Mudah-mudahan ke depan ekonomi kita membaik dan APBD kita juga membaik, supaya usulan masyarakat bisa terlaksana,” pungkasnya. (RE)


















