Pangkalpinang, nidianews.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pangan dan Pertanian mulai menyalurkan bantuan cadangan pangan dari pemerintah pusat kepada masyarakat. Penyaluran perdana dilaksanakan di Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, Rabu (8/4/2026).
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, mengatakan bantuan ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi tekanan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah kondisi global yang tidak menentu.
βJadi kegiatan ini dalam rangka mengantisipasi kondisi ekonomi yang saat ini terasa semakin tertekan. Namun alhamdulillah, kita dalam kondisi surplus beras dan swasembada, sehingga pemerintah dapat menyalurkan bantuan cadangan pangan dari pusat,β ujarnya.
Samri menjelaskan, jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 hanya sebanyak 7.205 penerima, maka pada 2026 meningkat menjadi 20.211 penerima.
βArtinya jumlahnya lebih dari 400 ton beras yang disalurkan. Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk jatah dua bulan, yakni Februari dan Maret, yang dibagikan pada April ini,β jelasnya.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat, tetapi juga sebagai langkah pengendalian inflasi dan upaya pencegahan stunting di Kota Pangkalpinang.
βIni bagian dari upaya pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan harga dan juga pengendalian stunting. Jadi cadangan pangan ini memang sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat,β katanya.
Ke depan, Dinas Pangan dan Pertanian akan terus memperkuat program ketahanan pangan daerah, baik dari sisi ketersediaan maupun keamanan pangan.
βKetahanan pangan ini sangat penting, terutama untuk memastikan ketersediaan dan keamanan pangan di tengah situasi yang tidak menentu seperti sekarang,β ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong berbagai inovasi daerah di sektor pertanian serta mendukung program pemerintah pusat, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai memberikan dampak positif bagi petani lokal.
βDengan adanya program MBG, produk-produk pertanian lokal menjadi lebih dominan terserap. Dampaknya luar biasa, harga bisa meningkat karena permintaan tinggi dari berbagai daerah,β jelas Samri.
Untuk komoditas lokal, Pangkalpinang saat ini mengandalkan produksi sayuran seperti bayam, kangkung, kacang panjang, dan cabai. Sementara untuk kebutuhan lain seperti beras dan sembako tertentu masih dipasok dari luar daerah.
βKalau di Pangkalpinang, kita fokus pada komoditas spesifik seperti sayuran. Itu yang kita siapkan dari daerah, sedangkan kebutuhan lain masih didatangkan dari luar,β tutupnya. (RE)
















