Jakarta, nidianews.com – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali mendorong pengoperasian layanan kapal cepat rute Jakarta–Belitung sebagai solusi untuk meningkatkan konektivitas antardaerah, menekan biaya transportasi masyarakat, sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan perekonomian di Belitung.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, saat melakukan audiensi dengan jajaran PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Menurut Edi, tingginya harga tiket pesawat serta minimnya pilihan moda transportasi menuju Belitung menjadi tantangan serius bagi mobilitas masyarakat maupun pengembangan sektor ekonomi daerah.
“Hari ini masyarakat Bangka Belitung mengalami kesulitan transportasi karena harga tiket pesawat relatif tinggi, sementara konektivitas laut belum mampu memberikan pelayanan yang cepat dan stabil. Khususnya Belitung, kami tidak lagi terlalu membutuhkan pelayaran perintis, tetapi membutuhkan layanan komersial yang profesional,” ujar Edi.
Ia berharap PT ASDP dapat mempertimbangkan kembali pengoperasian kapal cepat yang pernah melayani rute Jakarta–Belitung, seperti Kapal Mahakam dan Kapal Cisadane.
Menurutnya, apabila tarif tiket dapat dipatok sekitar Rp500 ribu per penumpang, layanan tersebut diyakini akan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Jika harga tiket berada di kisaran Rp500 ribu per penumpang, kami optimistis layanan ini akan diminati masyarakat,” katanya.
Edi menilai, keberadaan kapal cepat tidak hanya memberikan alternatif transportasi yang lebih terjangkau, tetapi juga akan mempercepat pemulihan sektor pariwisata Belitung yang kini kembali menunjukkan tren positif.
Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, layanan tersebut dinilai dapat memperlancar distribusi logistik, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi transportasi saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika layanan kapal cepat dihentikan.
“Insya Allah kondisi tersebut tidak akan terulang kembali. Sekarang harga tiket pesawat relatif tinggi sehingga masyarakat membutuhkan alternatif transportasi yang cepat, nyaman, dan terjangkau. Selain itu, pariwisata Belitung juga mulai bergeliat kembali pascapandemi COVID-19. Pemerintah pusat juga telah berkomitmen menjadikan Belitung kembali sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan nasional. Karena itu kami meyakini apabila ASDP kembali menghadirkan kapal cepat seperti dulu, maka secara komersial peluangnya sangat baik dan berpotensi memberikan keuntungan,” tegasnya.
Menanggapi usulan tersebut, Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Bunga Herlina Oktaviyanti, menyatakan perusahaan akan melakukan kajian komprehensif sebelum mengambil keputusan.
Kajian itu mencakup berbagai aspek, mulai dari teknis operasional, kelayakan bisnis, potensi pasar, hingga kemungkinan pengadaan kapal dengan spesifikasi serupa Kapal Mahakam dan Kapal Cisadane yang sebelumnya pernah beroperasi di lintasan Jakarta–Belitung.
Bunga menjelaskan, kedua kapal tersebut pada akhir masa operasionalnya telah dihibahkan kepada Kementerian Pertahanan. Saat masih beroperasi, minat masyarakat terhadap layanan kapal cepat sebenarnya cukup tinggi. Namun, penurunan harga tiket pesawat pada saat itu membuat jumlah penumpang kapal menurun sehingga layanan akhirnya dihentikan.
Dalam audiensi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi DPRD Bangka Belitung.
Manajemen ASDP meminta waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan kajian internal sebelum menyampaikan keputusan resmi beserta langkah tindak lanjut terkait kemungkinan pengoperasian kembali kapal cepat Jakarta–Belitung.
Audiensi tersebut turut dihadiri Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Bunga Herlina Oktaviyanti, Group Head Operasional Pelayaran Krista Barus, Group Head Bisnis Pelayaran Komersial Rizki Dwianda, Group Head Perencanaan Organisasi dan Pembelajaran Yasirwan, serta Group Head Teknologi Informasi Khoirush Sholih.
Sementara dari DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hadir Wakil Ketua DPRD Edi Nasapta, Wakil Ketua Komisi III Imelda, Anggota Komisi III Levian, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka M. Taufik Koriyanto.
Pengoperasian kembali kapal cepat Jakarta–Belitung dinilai berpotensi menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah kepulauan sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam mengembangkan Belitung sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan nasional.(*)














