Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

PPS Bayu Sejati Genap 35 Tahun, Teguhkan Persaudaraan dan Komitmen Lestarikan Silat Melayu Bangka Belitung

×

PPS Bayu Sejati Genap 35 Tahun, Teguhkan Persaudaraan dan Komitmen Lestarikan Silat Melayu Bangka Belitung

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Perguruan Pencak Silat (PPS) Bayu Sejati Bangka Belitung menorehkan perjalanan panjang selama 35 tahun dalam melestarikan seni bela diri tradisional sekaligus membina generasi muda.

Momentum tiga setengah dekade tersebut diperingati melalui Reuni Akbar dan HUT ke-35 PPS Bayu Sejati yang digelar di Jalan Kakap 1, Kelurahan Ampui, Kecamatan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Sabtu (15/8/2026).

admin-ajax.png

Ketua Umum Pusat PPS Bayu Sejati, AKP S Sirait SH MH, mengatakan usia 35 tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi catatan perjalanan, pengabdian dan komitmen perguruan dalam menjaga tradisi budaya bangsa.

“Usia 35 tahun bukan sekadar angka. Ini merupakan catatan perjalanan, pengabdian dan komitmen yang terus menyala untuk melestarikan tradisi budaya bangsa, mendidik generasi serta memperkuat jati diri bangsa melalui ilmu silat,” kata Sirait.

Peringatan HUT ke-35 PPS Bayu Sejati mengusung tema “Kita Kuat dan Solid Karena Kita Bersatu Lebih dari Saudara.”

Sirait menjelaskan, PPS Bayu Sejati memiliki pusat perguruan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung karena perguruan tersebut pertama kali didirikan di daerah itu.

“Silat Bayu Sejati pusat se-Indonesia ada di Babel. Perguruan ini berdiri pada 17 Mei 1991 dan disahkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada 27 Juni 1991,” ujarnya.

Menurut Sirait, PPS Bayu Sejati merupakan pencak silat Melayu Indonesia asli Bangka Belitung yang didirikan oleh Guru Besar Atok Hermansyah.

Aliran pencak silat Bayu Sejati, kata dia, merupakan bagian dari seni bela diri dan budaya bangsa Indonesia yang terus disempurnakan, dimanfaatkan serta dikembangkan oleh putra-putri Indonesia.

Sejak awal berdiri, pendiri dan pembina PPS Bayu Sejati bertekad memperkenalkan sekaligus mengembangkan seni budaya bangsa Indonesia ke seluruh Nusantara hingga kancah internasional.

Selama 35 tahun, PPS Bayu Sejati juga telah menorehkan berbagai prestasi dalam kejuaraan tingkat daerah maupun nasional, selain berkontribusi dalam pembinaan generasi muda.

Sirait menegaskan, berbagai prestasi tersebut tidak semata-mata diukur dari jumlah medali dan piala, tetapi merupakan buah dari kerja keras, disiplin dan dedikasi para atlet, pelatih, anggota serta dukungan keluarga.

“Saya ucapkan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada pelatih dan atlet. Teruslah berlatih dengan rendah hati dan semangat pantang menyerah,” katanya.

Ia menambahkan, kekompakan dan soliditas internal merupakan kekuatan utama sebuah perguruan pencak silat.

Menurut dia, nilai persaudaraan, tata krama, disiplin dan tanggung jawab yang diwariskan dari generasi ke generasi harus terus dipertahankan.

“Saya melihat hari ini bagaimana persaudaraan antaranggota tetap terjaga, saling menopang saat tantangan datang, dan memiliki nilai-nilai tata krama, disiplin serta tanggung jawab sebagaimana yang diwariskan dari generasi terdahulu,” ujarnya.

Di luar lingkungan internal perguruan, Bayu Sejati juga aktif membangun sinergi dengan perguruan silat lainnya, komunitas kemasyarakatan dan berbagai elemen masyarakat.

Kerja sama tersebut dinilai penting untuk memperluas jejaring, memperkaya pengalaman serta membangun budaya saling menghormati antarp perguruan dan komunitas.

“Saya mengajak kita semua untuk terus menjalin hubungan yang konstruktif, bersaing secara sehat dalam prestasi, namun tetap bersaudara dalam nilai dan tindakan,” kata Sirait.

Sebagai bagian dari masyarakat Bangka Belitung, Sirait juga mendorong PPS Bayu Sejati bersama perguruan bela diri lainnya, organisasi masyarakat, komunitas dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan tanggung jawab sosial.

Menurutnya, keberadaan perguruan bela diri tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga dapat menjadi kekuatan moral dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Mari kita nyatakan komitmen rasa nasionalis untuk tetap teguh menjaga Harkamtibmas yang kondusif di Provinsi Kepulauan Babel dengan bersinergi bersama pemerintah daerah, TNI/Polri maupun seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengatakan anggota perguruan harus siap dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial, patroli kemitraan, pembinaan generasi muda serta program pencegahan perilaku intoleran, radikalisme dan terorisme maupun kenakalan remaja sesuai koridor hukum yang berlaku.

Pada momentum HUT ke-35, Sirait mengajak seluruh keluarga besar Bayu Sejati untuk terus menanamkan nilai persaudaraan sebagai modal menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Apabila ada rasa persaudaraan di hati kita, maka orang lain bisa menjadi saudara bagi kita. Namun sebaliknya, apabila tidak ada rasa persaudaraan di hati kita, maka saudara kandung sekalipun bisa menjadi orang lain bagi kita,” katanya.

Rangkaian peringatan HUT ke-35 PPS Bayu Sejati ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum Pusat PPS Bayu Sejati AKP S Sirait kepada Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Indra Wijatmiko dan Guru Besar PPS Bayu Sejati Atok Hermansyah.

Acara juga dimeriahkan atraksi pencak silat yang ditampilkan para pendekar Bayu Sejati.

Reuni akbar tersebut dihadiri alumni PPS Bayu Sejati dari berbagai angkatan sejak 1991 hingga 2026, para pelatih dan anggota, Ormas Barreta, tokoh masyarakat serta keluarga besar Bayu Sejati.

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan sekaligus meneguhkan komitmen PPS Bayu Sejati dalam melestarikan budaya lokal, membina generasi muda dan berkontribusi positif bagi masyarakat Bangka Belitung.(*/AS)

banner nidia kcl.png