nidianews.com – Layanan kesehatan kini tidak hanya berbicara soal mengobati penyakit, tetapi juga bagaimana membuat pasien merasa nyaman secara fisik dan psikologis. Konsep itu yang dikembangkan Klinik Vayu Jala Prana di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, melalui pendekatan holistik dan wellness.
Pemilik Klinik Vayu Jala Prana, Dr. Triawan Saputra, mengatakan kliniknya tetap mengedepankan layanan medis umum, namun memberikan pilihan terapi pendukung seperti akupunktur, fisioterapi dan hipnoterapi.
“Kalau yang lain mungkin banyak cenderung ke quantity, kita lebih ke quality. Layanan kita relatif panjang karena kami ingin pasien mendapatkan pelayanan yang benar-benar nyaman,” kata Triawan di Pangkalpinang, Minggu (30/8/2026).
Menurut dia, waktu terapi di kliniknya tidak selalu singkat. Untuk sejumlah layanan, pasien dapat menjalani terapi selama tiga hingga enam jam, bahkan program slimming dapat berlangsung seharian. Karena itu, kenyamanan pasien dan keluarga menjadi bagian penting dari konsep pelayanan yang mereka bangun.
“Kami ingin siapa pun yang datang ke sini merasa seperti di rumah sendiri. Keluarga yang mengantar juga harus nyaman. Jangan sampai pasien datang dengan sakit kepala, pulang malah sakit hati karena pelayanan yang tidak ramah,” ujarnya.
Dokter Klinik Vayu Jala Prana, dr. Dewi, mengatakan akupunktur menjadi salah satu layanan yang cukup banyak diminati masyarakat. Keluhan yang ditangani antara lain hipertensi, pascastroke, nyeri pinggang atau low back pain (LBP), serta obesitas.
Layanan akupunktur juga dikembangkan untuk kebutuhan estetika. Menurut Dewi, terapi tersebut antara lain dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung perawatan kulit dan program slimming. Metode terapi disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing pasien.
“Untuk balita misalnya, tidak selalu menggunakan penusukan jarum, bisa dengan penekanan. Jadi terapi disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien,” kata Dewi.
Triawan mengatakan keberadaan layanan holistik memiliki pasar tersendiri di Pulau Bangka. Sebagian pasien datang setelah mencoba berbagai metode pengobatan konvensional dan mencari pilihan terapi tambahan untuk membantu menangani keluhan yang mereka alami.
Selain layanan kesehatan, Klinik Vayu Jala Prana juga membuka ruang bagi kegiatan sosial masyarakat. Salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) berupa donor darah, bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis. Bagi pengelola klinik, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Klinik tersebut saat ini didukung dua dokter, tenaga farmasi, perawat, fisioterapis, terapis serta layanan hipnoterapi. Pengelola juga tengah menyiapkan pengembangan klinik berikutnya dengan tetap mempertahankan konsep pelayanan yang menggabungkan pendekatan medis, kenyamanan pasien dan perhatian terhadap aspek psikologis.(RE)








