Pangkalpinang, nidianews.com — Masa depan perikanan tangkap tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan laut. Generasi muda dituntut mampu menguasai teknologi, menciptakan inovasi, dan mengubah hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi tinggi tanpa mengorbankan keberlanjutan sumber daya.
Pesan tersebut mengemuka dalam seminar Fisheries Competition 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Perikanan Tangkap (HIMAPTA) Universitas Bangka Belitung (UBB), Jumat (18/9/2026) pekan lalu.
Mengangkat tema “Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Perikanan Tangkap yang Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Biru”, seminar menghadirkan Dr. Arief Febrianto, S.Pi., M.Si., sebagai narasumber. Kegiatan diikuti mahasiswa Program Studi Perikanan Tangkap dari berbagai angkatan serta delegasi sejumlah himpunan mahasiswa di lingkungan UBB.
Arief menegaskan, konsep ekonomi biru menempatkan laut bukan sekadar sumber daya yang dieksploitasi, melainkan aset ekonomi jangka panjang yang harus dikelola secara seimbang dari sisi ekonomi, sosial dan ekologis.
“Ekonomi biru berbicara mengenai mata pencaharian dan bagaimana kita bekerja dengan memanfaatkan sumber daya. Salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam pemanfaatan sumber daya laut adalah perikanan tangkap. Karena itu, perikanan tangkap harus hadir di dalam konsep ekonomi biru,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan generasi muda di sektor perikanan tangkap semakin kompleks. Penguasaan teknologi menjadi salah satu kunci agar sektor tersebut tidak berhenti pada aktivitas produksi, tetapi mampu berkembang menjadi industri yang menciptakan nilai tambah.
“Generasi muda tidak hanya berbicara mengenai produksi, tetapi juga harus menggunakan teknologi yang lebih modern dan optimal sehingga dapat menciptakan peluang dan profesionalisme baru,” katanya.
Ia mendorong mahasiswa untuk melihat peluang yang lebih luas, mulai dari inovasi teknologi, pengolahan hasil tangkapan hingga pengembangan pasar premium dan ekspor.
Menurut Arief, peningkatan nilai ekonomi hasil perikanan harus berjalan beriringan dengan kualitas produk dan kelestarian sumber daya. Semakin tinggi nilai ekonomi yang ingin dicapai, semakin penting pula menjaga kualitas laut sebagai sumber bahan bakunya.
“Jaga laut, jaga kualitas, dan jaga harga. Laut adalah aset ekonomi jangka panjang yang harus dijaga kelestariannya,” tegasnya.
Koordinator Program Studi Perikanan Tangkap UBB, Agung Priyambada, S.Pi., M.Pi., mengatakan Fisheries Competition 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran mahasiswa, baik melalui kegiatan akademik maupun nonakademik.
Menurut Agung, kegiatan tersebut menjadi agenda besar pertama yang diselenggarakan HIMAPTA dan diharapkan mampu menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar pembelajaran formal di ruang kuliah.
“Ini merupakan kegiatan besar pertama yang diselenggarakan oleh HIMAPTA. Kegiatan ini menjadi jembatan pembelajaran, baik di bidang akademis melalui seminar maupun nonakademis melalui lomba mancing,” ujarnya.
Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan (FPPK) UBB, Riwan Kusmiadi, S.TP., M.Si., juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, organisasi mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kepemimpinan.
“Menjadi seorang pemimpin merupakan proses pembelajaran yang dimulai dari diri sendiri. Saya sangat mengapresiasi kegiatan HIMAPTA karena selain menghadirkan seminar, juga terdapat kegiatan yang bersifat fun berupa lomba mancing dan tetap berkaitan dengan bidang Perikanan Tangkap,” ujar Riwan saat membuka resmi Fisheries Competition 2026.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan baik serta memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan akademik, organisasi dan kepemimpinan.
Seminar berlangsung interaktif. Mahasiswa dari berbagai angkatan aktif memanfaatkan sesi diskusi untuk menggali persoalan teknologi, peluang usaha, keberlanjutan sumber daya hingga tantangan pengembangan perikanan tangkap.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai peserta, tetapi juga didorong untuk melihat persoalan perikanan dari perspektif yang lebih luas.
Fisheries Competition 2026 diselenggarakan HIMAPTA UBB di bawah kepemimpinan Genta S selaku Ketua HIMAPTA sekaligus penanggung jawab kegiatan, dengan Ferro Desviando sebagai Ketua Panitia.
Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi sejumlah agenda akademik dan nonakademik, termasuk lomba mancing yang tetap memiliki keterkaitan dengan bidang keilmuan Perikanan Tangkap.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Jurusan Perikanan dan Kelautan UBB Dr. Endang Bidayani, S.Pi., M.Si., Koordinator Program Studi Perikanan Tangkap Agung Priyambada, S.Pi., M.Pi., sejumlah dosen, serta mahasiswa dan perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan UBB.
Melalui Fisheries Competition 2026, HIMAPTA UBB tidak hanya menggelar kompetisi. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang untuk menanamkan gagasan bahwa generasi muda perikanan harus mampu membaca perubahan zaman: menguasai teknologi, menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha, sekaligus menjaga laut agar tetap produktif bagi generasi berikutnya.(*)














