Pangkalpinang, nidianews.com – Gerakan Tani Muda Nusantara (Gertanusa) Foundation mendorong generasi muda di Bangka Belitung (Babel) terjun ke sektor pertanian modern melalui pelatihan tanaman sayuran sistem hidroponik. Program ini diharapkan membuka peluang usaha baru sekaligus membantu menekan angka pengangguran terbuka.
Sebanyak 32 peserta mengikuti Pelatihan Tani Muda Tangguh (TMT) Batch 5 yang berlangsung selama 12 hari, 30 September hingga 11 Oktober 2026, di CTC Farm Green House, Tuatunu Indah, Pangkalpinang.
Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama Gertanusa Foundation dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung di bawah Kementerian Ketenagakerjaan RI. Program ini difasilitasi Gertanusa Bangka Belitung untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi pemuda di bidang pertanian.
Penutupan pelatihan dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema Pemberdayaan Pemuda/Pemudi Bangka Belitung Berdaya dan Produktif, Minggu (11/10/2026).
Dewan Pembina Gertanusa Babel, Ustadz Zuhri, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya menjembatani kebutuhan masyarakat di daerah dengan program pemerintah pusat, khususnya dalam pengembangan keterampilan dan penguatan ketahanan pangan.
βProgram ini merupakan kerja sama BPVP Belitung dengan Gertanusa untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat yang ingin belajar tentang hidroponik,β kata Zuhri.
Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Bangka Belitung itu menjelaskan, pelatihan dibagi menjadi dua kelas dengan masing-masing 16 peserta. Menurut dia, kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada sertifikat pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan membuka kesempatan kerja.
βTugas kami adalah menjembatani aspirasi dan keinginan masyarakat di daerah dengan program yang ada di pusat, sehingga pelaksanaannya tepat sasaran,β ujarnya.
Zuhri juga berharap program serupa dapat berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan vokasi dan mengembangkan keterampilan produktif.
Sementara itu, Ketua Umum Gertanusa Babel, Rifki Habibi, mengatakan pelatihan TMT Batch 5 merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pemuda sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru di sektor agribisnis.
Menurut dia, pemuda tidak seharusnya hanya bergantung pada kesempatan bekerja di perusahaan. Dengan keterampilan yang memadai, mereka dapat memanfaatkan peluang usaha di sektor pertanian dan pangan.
βBesar harapan kami, langkah ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi angka pengangguran terbuka,β kata Habibi.
Ia mengungkapkan, Gertanusa bersama CTC Farm berencana membangun ekosistem closed-loop agribisnis hidroponik. Konsep tersebut diharapkan menghubungkan kegiatan produksi dengan pengembangan usaha agar peserta memiliki peluang untuk melanjutkan keterampilan yang telah dipelajari ke tahap usaha produktif.
Ke depan, pemberdayaan tidak hanya berfokus pada sayuran hidroponik, tetapi juga dikembangkan secara bertahap ke sejumlah komoditas, seperti cabai, kopi, edamame, lobster, dan lele.
Habibi menilai pengembangan keterampilan pertanian menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendorong regenerasi petani di Indonesia.
βKami ingin pemuda Bangka Belitung melihat pertanian sebagai peluang masa depan yang menjanjikan, bukan sebagai pilihan terakhir,β ujarnya.
Melalui program tersebut, Gertanusa berharap semakin banyak generasi muda yang mampu mengembangkan usaha mandiri, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di Bangka Belitung.(AS)














