Pangkalpinang, nidianews.com – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menerima audiensi Forum Ulama Bangka Belitung yang terdiri dari habaib, asatidz, ustaz, ustazah, serta tokoh umat, Kamis (5/3/2026).
Audiensi tersebut menyampaikan Pernyataan Sikap Habaib, Asatidz dan Tokoh Umat Bangka Belitung bertajuk βMenolak Board of Peace dan Menyerukan Pembebasan Palestina.β
Didit menjelaskan, surat permohonan audiensi telah diterima sekitar tiga hari sebelumnya dan baru dapat dijadwalkan hari ini. Pertemuan itu diterima langsung oleh dirinya bersama anggota DPRD, Hellyana Sapta.
βInti pertemuan adalah penyampaian aspirasi terkait dua hal utama, yakni persoalan BOP (Board of Peace) serta penolakan terhadap pengiriman pasukan TNI ke Palestina,β ujar Didit.
Ia menegaskan, karena isu tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, DPRD Provinsi akan meneruskan aspirasi itu ke DPR RI dan Sekretariat Negara.
βTugas kami meneruskan aspirasi ini ke DPR dan Sekretariat Negara karena ini kebijakan pusat, bukan ranah pemerintah daerah,β tegasnya.
Dalam dokumen yang dibacakan di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, para habaib dan tokoh umat menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza hingga Februari 2026.
Mereka menyebut jumlah korban jiwa di Jalur Gaza telah menembus 72.072 jiwa, dengan lebih dari 171.000 orang luka-luka serta ratusan ribu warga menghadapi kelaparan akut akibat blokade.
Atas dasar tersebut, mereka menyampaikan sejumlah poin sikap, antara lain Menolak Board of Peace (BOP) karena dinilai sebagai instrumen intervensi asing dan bentuk penjajahan gaya baru, Menyerukan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto agar keluar dari BOP,
Mendesak pemerintah tidak mengirimkan TNI ke Palestina di bawah komando Amerika Serikat. Menyerukan pemutusan hubungan dengan Amerika Serikat dan entitas zionis Israel sebagai bentuk sanksi atas dugaan kejahatan perang.
Mengajak ormas Islam dan elemen masyarakat menarik dukungan terhadap keanggotaan Indonesia dalam BOP. Mengingatkan pemimpin negeri-negeri Islam agar tidak berpihak kepada Amerika. Menyerukan persatuan umat dalam kepemimpinan Islam.
Pernyataan tersebut ditutup dengan doa agar Palestina segera mendapatkan kemerdekaan dan perlindungan.
Selain menerima aspirasi tersebut, Didit juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi gangguan distribusi BBM akibat isu blokade di Selat Hormuz.
Menurut informasi yang diterimanya, terdapat indikasi dua kapal pengangkut Pertamina sempat tertahan, sehingga memicu antrean di sejumlah SPBU di Bangka Belitung.
Didit mengaku telah menghubungi GM Pertamina wilayah Bangka Belitung untuk memastikan kondisi pasokan.
Beberapa poin penjelasan yang diterimanya antara lain: Ketahanan stok BBM saat ini masih tersedia untuk sekitar lima hari ke depan. Pasokan tambahan sedang dalam perjalanan menuju Pangkal Balam. Kapasitas tangki penyimpanan di Pangkal Balam mampu bertahan sekitar tujuh hari.
“Kami mengimbau masyarakat tidak panik. Stok masih tersedia,β katanya.
Ia juga meminta Pertamina berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengantisipasi potensi penimbunan oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi.
βKami tidak ingin ada pihak yang mengambil keuntungan dari keresahan masyarakat,β tegas Didit.(RE)

















