Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
spanduk selamat dan sukses pelantikan walikota 2,7x5
Pangkalpinang

Pemprov Babel Apresiasi Pelatihan Tenun Cual CTI, Siap Tembus Jakarta Fashion Week 2026

×

Pemprov Babel Apresiasi Pelatihan Tenun Cual CTI, Siap Tembus Jakarta Fashion Week 2026

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra, mengapresiasi Pelatihan dan Pengembangan Tenun Cual Bangka yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Cita Tenun Indonesia (CTI) di Sentra Tenun Cual Maslina, Jalan Raya Selindung Lama, Pangkalpinang, Rabu (11/2/2026).

Subekti menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sangat mendukung penuh kegiatan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kualitas dan kemandirian para perajin tenun.

admin-ajax.png

“Ini akan sangat membantu para perajin tenun dengan adanya pelatihan seperti ini. Pemerintah Provinsi Babel sangat mensupport dan merasa gembira dengan kegiatan ini,” ungkap Subekti.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Perkumpulan CTI, Pemerintah Provinsi Babel, dan Dekranasda Babel dalam mengembangkan Kain Tenun Cual Bangka sebagai identitas budaya daerah.

Subekti juga berharap ke depan akan terjalin kolaborasi lanjutan dengan PT Bank BRI Pangkalpinang untuk pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis tenun.

“Ini kolaborasi yang sangat luar biasa. Tenun Cual adalah ciri khas Bangka yang harus terus dikembangkan. Apalagi hasil pelatihan ini nantinya akan ditampilkan di Jakarta Fashion Week 2026,” jelasnya.

Selain itu, Subekti menyebutkan bahwa Sentra Tenun Cual Maslina di Selindung akan diupayakan menjadi Kawasan Sentra Tenun Cual sebagai pusat pengembangan tenun di Kota Pangkalpinang.

Sementara itu, Project Officer Pelatihan CTI, Sjamsidar Isa, menjelaskan bahwa produk hasil pelatihan ini akan dibawa ke event nasional, yakni Jakarta Fashion Week 2026.

Menurutnya, pengembangan motif dilakukan oleh Ratna Panggabean, dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) yang merupakan desainer tekstil, sedangkan proses pengolahan kain menjadi busana ditangani oleh Priyo Oktaviano, desainer fesyen yang pernah menimba ilmu di Paris.

Sjamsidar berharap pelatihan ini mampu menciptakan penenun yang mandiri dan berdaya saing.

“Penenun jangan hanya jadi tukang tenun, tapi harus bisa mengembangkan usaha. Dengan begitu penghasilan bisa bertambah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan pelatihan ke-2 bagi penenun di Bangka. Sebelumnya, pelatihan pertama telah digelar pada 12–15 November 2025 dengan dukungan PT Bank BRI.

“Semangat belajar dan rasa ingin tahu para penenun sangat tinggi. Ini modal besar untuk pengembangan tenun ke depan,” tambahnya.

Desainer fesyen Priyo Oktaviano mengaku ini merupakan pengalaman pertamanya mengenal Kain Tenun Cual Bangka dan berkunjung ke Pulau Bangka.

“Dari segi motif dan warna, Tenun Cual sangat kaya dan kontras dengan warna-warna Melayu. Ini sangat menginspirasi dan bisa menjadi koleksi saya,” ungkapnya.

Priyo menyebutkan bahwa warna dasar yang akan dikembangkan antara lain kuning, biru tosca, dan hijau light yang sedang menjadi tren, dikombinasikan dengan karakter warna khas Bangka.

“Banyak warna terang, benang emas, merah marun yang memberikan efek shining dan kilap yang kuat. Ini sangat khas dan punya nilai estetika tinggi,” jelasnya.

Ia berharap pelatihan ini mampu membangkitkan semangat penenun, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda.

“Generasi muda harus dilibatkan agar Tenun Cual Bangka bisa menjadi pionir kain tradisional di Sumatera,” tegasnya.

Pelatihan ini menghadirkan instruktur sesuai bidang masing-masing, yakni Koestriatuti (Training Manager), Ratna Panggabean (Desainer Tekstil), Priyo Oktaviano (Desainer Fesyen), Fendi Siregar (Dokumentasi), M. Rianto Utama (Instruktur Manajemen UKM), Pramuji Sujono (Instruktur Pewarnaan), M. Fais Hakim (Asisten Instruktur), serta Istiqomah Pamarulloh (Admin). (AS)

error: Content is protected !!