Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

Tawaran Cuan Menggiurkan Bertebaran, OJK Ingatkan Mahasiswa Babel Pegang Prinsip 2L

×

Tawaran Cuan Menggiurkan Bertebaran, OJK Ingatkan Mahasiswa Babel Pegang Prinsip 2L

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Janji keuntungan besar dalam waktu singkat masih menjadi salah satu umpan yang kerap digunakan dalam berbagai tawaran investasi di ruang digital. Mahasiswa pun diminta tidak mudah tergiur sebelum memastikan legalitas dan kewajaran keuntungan yang ditawarkan.

Peringatan tersebut disampaikan Asisten Manager Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Moh Sahrul Nizam, saat menjadi narasumber Seminar Literasi Aset Kripto dan Ekonomi Digital yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Universitas Bangka Belitung (UBB), di Gedung FKIK UBB, Selasa (22/9/2026).

admin-ajax.png

Menurut Nizam, perkembangan teknologi memang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai produk dan layanan keuangan. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko baru, terutama bagi generasi muda yang sangat aktif menggunakan platform digital.

Mahasiswa, kata dia, harus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tawaran investasi digital, termasuk aset kripto. Tidak hanya itu, masyarakat juga perlu mewaspadai investasi ilegal, pinjaman online (pinjol) ilegal hingga berbagai modus penipuan yang memanfaatkan ruang digital.

Nizam mengingatkan, besarnya keuntungan yang ditawarkan tidak boleh menjadi satu-satunya alasan seseorang menyerahkan uangnya kepada sebuah platform atau produk investasi.

Ada satu prinsip sederhana yang perlu diingat masyarakat sebelum mengambil keputusan finansial.

β€œPrinsip yang harus selalu diingat adalah 2L, Legal dan Logis,” ujar Nizam.

Menurut dia, Legal berarti masyarakat harus memastikan legalitas penyelenggara maupun produk yang ditawarkan. Sementara Logis berarti calon investor harus mampu menilai apakah keuntungan yang dijanjikan masih berada dalam batas kewajaran atau justru terlalu fantastis untuk dipercaya.

Tawaran yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, apalagi seolah-olah tanpa risiko, kata Nizam, patut dicermati secara serius.

Masyarakat juga diminta tidak mengambil keputusan hanya karena melihat promosi di media sosial atau mendapatkan rekomendasi dari teman, influencer maupun pihak yang mengaku berhasil memperoleh keuntungan besar.

Sebab, popularitas sebuah tawaran di media sosial tidak otomatis menunjukkan bahwa produk tersebut legal ataupun aman.

Menurut Nizam, literasi keuangan menjadi semakin penting seiring berkembangnya ekonomi digital. Pengetahuan yang memadai dapat membantu masyarakat, khususnya mahasiswa, membedakan produk keuangan yang legal dengan tawaran yang berpotensi merugikan.

Seminar literasi yang mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi dan mahasiswa tersebut menjadi ruang edukasi untuk melihat perkembangan aset kripto dan ekonomi digital secara lebih utuh.

Mahasiswa tidak hanya didorong memahami peluang keuntungan, tetapi juga dituntut memperhatikan legalitas, risiko dan perlindungan konsumen sebelum mengambil keputusan finansial.(RE)

banner nidia kcl.png