Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

30 Sanggar Meriahkan Festival Budaya Pangkalpinang, Pemkot Bidik Dampak Ekonomi UMKM

×

30 Sanggar Meriahkan Festival Budaya Pangkalpinang, Pemkot Bidik Dampak Ekonomi UMKM

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong pelestarian seni dan budaya lokal berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui Festival Kesenian Tradisional, Lomba Menulis Biografi Wali Kota periode 1956–1978, dan Bazar UMKM di Taman Wilhelmina, Sabtu (17/10/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Darwin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah memberikan ruang bagi budayawan, seniman, dan komunitas lokal untuk mempertahankan sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

admin-ajax.png

Menurut dia, festival yang digelar selama tiga hari itu tidak hanya berorientasi pada pertunjukan seni, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan aktivitas ekonomi melalui kehadiran pengunjung.

“Penyelenggara melibatkan 30 sanggar yang menampilkan beragam kesenian tradisional, mulai dari dambus, rudat, rebana, hadrah, tari tradisional, hingga barongsai. Festival juga menghadirkan pertunjukan musik lokal dan pameran seni rupa.” Katanya. 

Darwin menilai keterlibatan komunitas seni menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan daerah. Selain memberikan ruang ekspresi kepada seniman, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana pewarisan pengetahuan dan nilai-nilai budaya dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya.

Pelestarian budaya, menurut dia, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar tradisi lokal tetap dikenal dan memiliki tempat di tengah perubahan zaman.

“Selain pertunjukan seni, festival tersebut menghadirkan Lomba Menulis Biografi Wali Kota Pangkalpinang periode 1956–1978. Kegiatan yang telah berlangsung selama dua bulan itu menjadi salah satu upaya mendokumentasikan sejarah kepemimpinan daerah.” Ucapnya. 

Pendokumentasian sejarah melalui tulisan dinilai penting untuk memperluas pengetahuan masyarakat mengenai perjalanan pemerintahan dan perkembangan Kota Pangkalpinang pada masa lalu.

Di sektor ekonomi, pemerintah menyediakan tenda bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk selama festival berlangsung. Kehadiran bazar diharapkan mampu meningkatkan transaksi usaha dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Namun, dampak ekonomi kegiatan tersebut akan sangat bergantung pada tingkat kunjungan masyarakat, transaksi yang terjadi, serta peluang usaha yang diperoleh para pedagang selama acara berlangsung.

Festival Kesenian Tradisional Pangkalpinang menjadi salah satu ruang pertemuan antara pelestarian budaya, penguatan literasi sejarah, dan promosi produk lokal. 

“Tantangannya adalah memastikan kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi program berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi seniman, generasi muda, dan pelaku UMKM.” Pungkasnya. (RE) 

banner nidia kcl.png