Pangkalpinang, nidianews.com – Sebanyak 87 peserta dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan masjid, musholla, instansi hingga perorangan, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Sembelih Halal yang digelar Perkumpulan Syiar Sembelih Halal (Syibilal) Bangka Belitung.
Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al Furqon, Komplek Perumahan PT Timah Bukit Baru Pangkalpinang, Sabtu (11/4/2026), dengan tujuan mencetak tenaga ahli penyembelih hewan yang kompeten dan bersertifikasi.
Ketua Umum Syibilal Bangka Belitung, Anggi G. Soufyan, menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tenaga penyembelih halal di masjid dan musholla di Bangka Belitung.
“Di masjid-masjid kita masih banyak yang belum memiliki tenaga ahli penyembelihan yang memenuhi standar, baik dari Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan maupun kompetensi SKKNI,” ujar Anggi.
Ia menambahkan, Syibilal menargetkan mencetak 1.000 tenaga penyembelih (jagal) profesional. Saat ini, Syibilal Babel telah memiliki 28 tenaga ahli yang bersertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dalam pelatihannya, Syibilal menggabungkan metode syariat Islam dengan standar teknis dari Kementerian Pertanian hingga mengacu pada sertifikasi nasional BNSP.
“Penyembelihan secara syariat tetap menjadi utama, namun dalam dua tahun terakhir kami juga mengikuti standar internasional,” ungkapnya.
Anggi juga mengungkapkan bahwa para peserta dari Syibilal yang mengikuti uji kompetensi SKKNI dan BNSP mampu lulus tanpa harus mengulang. Bahkan, asesor dari IPB terkesima dengan teknik penyembelihan yang dilakukan hanya dalam satu gerakan.
Selain itu, Syibilal Babel juga telah mengadopsi standar penyembelihan dari Australia dan Selandia Baru yang kini diterapkan di Rumah Potong Hewan (RPH) Pangkalpinang.
Sementara itu, Sekretaris Syibilal Babel, Tatang Sontani, menyebutkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti Bimtek mencapai 87 orang dari target 100 peserta. Peserta datang dari berbagai daerah, bahkan ada yang berasal dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pulau Pongok.
“Mayoritas peserta belum pernah mengikuti pelatihan maupun praktik penyembelihan sebelumnya. Mereka datang dari nol dengan niat belajar,” jelas Tatang.
Ia menegaskan bahwa penyembelihan hewan berkaitan langsung dengan kehalalan produk yang dikonsumsi masyarakat.
“Produk yang kita makan, baik daging sapi, kambing, maupun unggas, harus disembelih sesuai syariat. Jika tidak, maka menjadi haram,” tegasnya.
Karena itu, menurut Tatang, penyembelihan hewan kurban harus dilakukan oleh orang yang benar-benar terlatih, bukan sekadar berani.
“Tidak cukup hanya modal berani, tapi harus memiliki keterampilan dan pemahaman yang benar,” ujarnya.
Dalam Bimtek ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung yang menjadi puncak pelatihan. Praktik dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Pangkalpinang hingga mendekati Hari Raya Iduladha.
Adapun pemateri yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Ustadz H. Firdaus, Lc., M.Pd. (Fiqh Qurban), drh. Correy Wahyu Adi Sulistyo (Pemeriksaan Hewan Qurban dan Penanganan Produk Hewan), Tatang Sontani (Handling Hewan), serta Anggi G. Soufyan (Pemilihan Pisau, Teknik Sembelih, dan Pengenalan Asah Bilah). (AS)
















