Bangka Selatan, nidianews.com-Forum Masyarakat Petani Bangka Belitung (FORMAP) Kecamatan Simpang Rimba kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan membagikan ribuan bibit kopi unggul secara gratis kepada masyarakat, Jumat (1/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di wilayah Simpang Rimba ini mendapat sambutan hangat dari para petani setempat.
Program pembagian bibit kopi tersebut tidak hanya bertujuan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi lingkungan, khususnya di lahan-lahan eks tambang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Ketua FORMAP Kecamatan Simpang Rimba, Nurrohmad yang akrab disapa Ciliw, menegaskan bahwa pihaknya selalu mengutamakan kepentingan dan keberlangsungan kesejahteraan petani di daerah.
“FORMAP Kecamatan Simpang Rimba selalu mengedepankan kepentingan petani. Dengan membagikan ribuan bibit kopi ini, kami berharap dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani di masa mendatang sekaligus membantu memperbaiki ekosistem alam,” ujar Ciliw.
Ia menjelaskan, kondisi lingkungan di sejumlah wilayah saat ini mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan yang meninggalkan banyak lahan eks tambang. Menurutnya, lahan-lahan tersebut masih memiliki potensi untuk kembali produktif jika dikelola dengan baik, salah satunya melalui budidaya tanaman kopi.
“Banyak lahan yang terdampak akibat pertambangan. Melalui penanaman kopi ini, kami ingin mendorong pemanfaatan lahan eks tambang agar kembali hijau dan produktif, terutama di kawasan perbukitan,” jelasnya.
Selain memiliki nilai ekonomi, tanaman kopi juga dinilai memiliki manfaat ekologis, seperti membantu memperbaiki struktur tanah serta menjaga keseimbangan lingkungan jika dibudidayakan secara berkelanjutan.
Program ini pun disambut antusias oleh para petani. Mereka menilai bantuan bibit kopi menjadi peluang baru untuk mengembangkan usaha perkebunan yang lebih menjanjikan, terutama di tengah tantangan kondisi lahan yang semakin terbatas.
Sementara itu, Alfi yang akrab disapa Abang, selaku pimpinan FORMAP Simpang Rimba lainnya, menekankan pentingnya langkah nyata dalam mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat pertambangan.
“Penanaman kopi ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya kita bersama untuk memulihkan lingkungan. Lahan eks tambang yang selama ini terbengkalai harus kita manfaatkan kembali agar memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung potensi lahan reklamasi yang dilakukan oleh PT Timah yang ke depan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan pertanian produktif.
“Lahan reklamasi PT Timah memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan masyarakat. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi petani, termasuk untuk pengembangan komoditas kopi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ciliw juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua FORMAP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terus memberikan dukungan kepada pengurus di tingkat kecamatan.
“ Kami sangat berterima kasih kepada Ketua FORMAP Provinsi Bangka Belitung yang selalu memberikan dukungan dan bantuan kepada FORMAP Simpang Rimba, sehingga program-program seperti ini bisa terus berjalan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, FORMAP Kecamatan Simpang Rimba berharap komoditas kopi dapat berkembang menjadi salah satu sektor unggulan baru di Bangka Belitung. Selain meningkatkan pendapatan petani, langkah ini juga diharapkan mampu mendorong pemulihan lingkungan di kawasan terdampak pertambangan secara berkelanjutan.
Ke depan, FORMAP berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang berpihak kepada petani, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. (*)














