Example floating
Example floating
banner 3
Pangkalpinang

Satu Jemaah Haji Babel Dirawat di Palembang, Kloter 8 dan 9 Segera Tiba

×

Satu Jemaah Haji Babel Dirawat di Palembang, Kloter 8 dan 9 Segera Tiba

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Seorang jemaah haji asal Bangka Belitung yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Palembang (PLM) harus menjalani perawatan medis di Palembang sehingga belum dapat kembali ke Bangka Belitung bersama rombongan lainnya.

Jemaah tersebut bernama Kasim Abbas. Karena kondisi kesehatannya, ia dirujuk untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit dan didampingi oleh istrinya, Aminah.

admin-ajax.png

“Sekarang satu jemaah haji bernama Kasim Abbas ini dirujuk di Rumah Sakit Fatmawati Palembang,” ujar Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dewi Rosaria Indah, saat dihubungi nidianews.com, Kamis (11/6/2026).

Meski demikian, Dewi memastikan secara umum kondisi jemaah haji Kloter 7 dalam keadaan stabil. Namun, sebagian besar jemaah mengalami gangguan kesehatan ringan berupa batuk dan pilek setelah menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

“Secara keseluruhan kondisi jemaah haji Kloter 7 stabil. Hanya sebagian besar mengalami batuk dan pilek,” katanya.

Dewi juga menyampaikan informasi terkait jadwal kepulangan jemaah haji Kloter 8. Rombongan dijadwalkan tiba di Palembang pada Jumat (12/6/2026) pukul 14.50 WIB sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pangkalpinang.

Menurutnya, pemulangan jemaah Kloter 8 ke Bangka Belitung akan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan tiga penerbangan.

“Rombongan jemaah haji Kloter 8 juga akan diterbangkan ke Pangkalpinang menggunakan pesawat Garuda dengan tiga penerbangan (flight), yaitu pukul 18.25 WIB, 18.40 WIB dan 18.50 WIB,” jelasnya.

Sementara itu, untuk Kloter 9 dijadwalkan tiba di Palembang pada 14 Juni 2026 pukul 12.20 WIB. Selanjutnya, para jemaah akan diterbangkan ke Bangka Belitung pada pukul 16.20 WIB dan 16.35 WIB.

Dewi berharap seluruh jemaah haji yang telah kembali ke daerah dapat menjaga kondisi kesehatan selama masa pemantauan pascakepulangan.

Ia juga mengimbau agar para jemaah menjalani masa karantina mandiri selama 21 hari di rumah masing-masing guna memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga.

Selain itu, Dewi meminta keluarga penjemput untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia demi menjaga ketertiban dan kelancaran proses pemulangan jemaah.

“Penjemput tidak boleh masuk ke dalam area steril asrama haji secara berbondong-bondong demi kenyamanan, ketertiban dan kelancaran untuk kita semua,” tegasnya. (AS)

Desain tanpa judul.png