Bangka Tengah, nidianews.com – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 dan Bulan Literasi Keuangan Kepulauan Bangka Belitung, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Literasi Keuangan Syariah bagi Keluarga Nelayan Berisiko Stunting di Kampung KB Desa Kurau Timur dan Desa Kurau Barat, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang bertujuan memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan literasi keuangan, khususnya bagi keluarga nelayan yang masuk kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS) pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Sebanyak 100 kepala keluarga nelayan dari Desa Kurau Timur dan Desa Kurau Barat telah diverifikasi sebagai peserta kegiatan. Selain mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan keluarga yang efektif dan berkelanjutan, para peserta juga akan menerima bantuan sembako sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga serta upaya percepatan pencegahan stunting.
Kolaborasi antara Kemendukbangga/BKKBN dan OJK Babel ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan keluarga, pemanfaatan layanan keuangan yang aman dan legal, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal yang masih kerap menyasar masyarakat pesisir dan kelompok rentan.
Kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Bupati Bangka Tengah, Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jajaran Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Camat Koba, Kepala Desa Kurau Timur, Kepala Desa Kurau Barat, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangka Tengah.
Selain materi mengenai pencegahan stunting bagi keluarga nelayan, peserta juga akan mendapatkan edukasi tentang perencanaan keuangan keluarga, pengenalan tugas dan fungsi OJK, kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, akses permodalan bagi nelayan, hingga pemahaman mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga nelayan tidak hanya memiliki pemahaman yang lebih baik terkait pemenuhan gizi dan pencegahan stunting, tetapi juga mampu mengelola keuangan keluarga secara bijak sehingga dapat mewujudkan keluarga yang mandiri, sejahtera, dan berkualitas.(*)














