Bangka Tengah, nidianews.com – Rektor Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM. menegaskan bahwa prosesi wisuda bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal pengabdian seorang sarjana kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan XVII Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung yang digelar di Pangkalpinang, Kamis (2/7/2026).
Dalam pidatonya, Fadillah Sabri menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati beserta orang tua yang telah mendampingi perjuangan putra-putrinya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Atas nama keluarga besar Unmuh Babel, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Keberhasilan hari ini bukanlah hasil perjuangan seorang diri. Di balik setiap toga yang dikenakan terdapat doa orang tua, kerja keras, bimbingan para dosen, serta ketekunan saudara sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Menurutnya, makna wisuda jauh lebih besar daripada sekadar memperoleh ijazah. Para lulusan kini memikul amanah untuk mengabdikan ilmu pengetahuan, menjaga integritas, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan tema wisuda tahun ini, yakni “Meneguhkan Keunggulan, Membangun Peradaban, Sarjana Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan.“
“Keunggulan yang kita cita-citakan bukanlah keunggulan yang melahirkan kesombongan, melainkan keunggulan yang menghadirkan kemanfaatan, dibangun di atas ilmu pengetahuan, diperkuat oleh karakter, dan diwujudkan melalui pengabdian,” tegasnya.
Fadillah mengatakan, Unmuh Babel berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, semangat inovasi, dan mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Menurutnya, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah para mahasiswa meninggalkan bangku kuliah. Masyarakat, kata dia, tidak hanya menunggu kecerdasan para lulusan, tetapi juga kejujuran, kepedulian, integritas, serta karya nyata yang mampu memberikan manfaat.
Ia juga mengingatkan pentingnya fondasi keimanan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial (AI), dan transformasi digital.
“Kemajuan teknologi boleh mengubah cara manusia berpikir dan bekerja, tetapi hanya tauhid yang menjaga arah kehidupan manusia. Seorang sarjana Muhammadiyah tidak bekerja semata-mata mencari penghidupan, tetapi menjadikan profesinya sebagai jalan ibadah dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” katanya.
Rektor juga berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik keluarga, almamater, dan Persyarikatan Muhammadiyah melalui akhlak yang mulia. Menurutnya, kepintaran dapat membuka peluang, tetapi integritaslah yang membuat peluang tersebut tetap terbuka.
Selain itu, ia mendorong para wisudawan untuk terus belajar sepanjang hayat serta menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan inovasi dan solusi bagi masyarakat.
Secara khusus, Fadillah menaruh harapan besar kepada para lulusan agar berkontribusi dalam pembangunan Kepulauan Bangka Belitung.
Ia menilai masa depan Bangka Belitung tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan oleh kualitas sumber daya manusianya.
“Saya berharap lulusan Unmuh Babel tampil sebagai generasi yang tidak sekadar mencari pekerjaan, tetapi menciptakan peluang; tidak sekadar mengikuti perubahan, tetapi memimpin perubahan; serta tidak sekadar menikmati pembangunan, melainkan menjadi pelaku utama pembangunan,” ujarnya.
Menutup pidatonya, Fadillah Sabri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan dan perkembangan Unmuh Babel, termasuk jajaran Muhammadiyah serta para tamu undangan yang hadir dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan XVII Tahun Akademik 2025/2026. Ia berharap seluruh lulusan mampu menjadi insan yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, dan nyata dalam amal untuk mewujudkan Indonesia yang berkemajuan.(RE)












