Bangka Selatan, nidianews.com – Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan gizi dan layanan kesehatan, tetapi juga dengan memastikan keluarga memiliki akses terhadap sanitasi yang layak. Komitmen tersebut diwujudkan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Program Prioritas Nasional Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Wilayah Pesisir di Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan jamban sehat bagi keluarga baduta berisiko stunting. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BKKBN Babel, Dinas Kesehatan dan PPKB Kabupaten Bangka Selatan, serta BAZNAS Kabupaten Bangka Selatan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, mengatakan bahwa persoalan stunting harus ditangani secara menyeluruh, termasuk memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal keluarga.
“Anak yang tumbuh di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan yang berdampak pada pertumbuhan. Karena itu, melalui GENTING kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata berupa pembangunan jamban sehat bagi keluarga sasaran,” ujar Fazar, Rabu (18/6).
Menurutnya, pelaksanaan program di wilayah pesisir menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh keluarga memperoleh akses layanan yang setara, tanpa terkendala kondisi geografis.
Selain intervensi sanitasi, kegiatan juga diisi dengan pelayanan keluarga berencana (KB) dan bhakti sosial Bangga Kencana. Layanan KB yang digelar di Poskesdes Penutuk mendapat sambutan masyarakat dengan total puluhan akseptor yang memanfaatkan berbagai metode kontrasepsi, mulai dari implan, suntik hingga pil KB.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menurunkan angka stunting.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting karena persoalan stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dukungan pemerintah daerah, mitra sosial, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lepar Feri Edward, Sekretaris Desa Penutuk Minto Harjo, Kepala KUA Pulau Besar Jimmi Pasra, unsur Babinsa, perwakilan BAZNAS Kabupaten Bangka Selatan, serta tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.
Ketua Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan BKKBN Babel, Utiwi Dardini, berharap program serupa dapat terus diperluas ke berbagai wilayah pesisir lainnya di Bangka Belitung.
“Melalui GENTING, kami ingin memastikan setiap keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat, memiliki lingkungan yang layak, serta memperoleh pendampingan yang berkelanjutan dalam upaya mewujudkan generasi bebas stunting,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar keluarga, Program GENTING di Desa Penutuk menjadi bukti bahwa pencegahan stunting tidak hanya berbicara soal kesehatan, tetapi juga tentang menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat hingga ke wilayah pesisir terluar.(*)














