Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

117 Hotspot Terdeteksi, Babel Masuk Siaga II Karhutla, Korem Bentuk Pasukan Anti Kebakaran

×

117 Hotspot Terdeteksi, Babel Masuk Siaga II Karhutla, Korem Bentuk Pasukan Anti Kebakaran

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hingga Kamis (17/9/2026), sebanyak 117 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Babel, meski sebagian besar belum berkembang menjadi kebakaran besar.

Kondisi tersebut membuat Babel berada dalam kategori Siaga II karhutla. Korem 045 Garuda Jaya pun memperkuat langkah pencegahan dengan membentuk dan mengukuhkan relawan Pasukan Anti Karhutla (Pakar) yang melibatkan masyarakat, mahasiswa serta kelompok pemerhati lingkungan.

admin-ajax.png

Pengukuhan Relawan Pakar dipimpin Danrem 045 Garuda Jaya Brigjen TNI Nur Wahyudi sebagai inspektur upacara di halaman Kodim 0413 Bangka, Pangkalpinang, Jumat (18/9/2026). Upacara tersebut dipimpin Mayor CPL Sudarmadi sebagai komandan upacara.

Brigjen Nur mengatakan pembentukan Relawan Pakar merupakan bagian dari upaya memperkuat deteksi dini, pencegahan dan penanggulangan karhutla di seluruh wilayah Bangka Belitung. Relawan diharapkan menjadi mata dan telinga di lapangan untuk melaporkan potensi kebakaran sebelum api membesar.

“Pencegahan itu lebih baik. Dari laporan di lapangan, wilayah Babel ini belum terlalu signifikan seperti kebakaran yang terjadi di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Sehingga Babel masih kategori Siaga II,” kata Nur.

Menurut dia, kondisi di sejumlah wilayah Sumatera menunjukkan bagaimana kebakaran kecil dapat berkembang menjadi persoalan serius. Asap akibat kebakaran bahkan telah berdampak signifikan di sejumlah daerah, termasuk Palembang.

Karena itu, keberadaan Relawan Pakar dinilai penting untuk mempercepat informasi ketika ditemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan. Tim relawan yang dikukuhkan akan disebar di berbagai wilayah Pulau Bangka.

“Per hari Kamis 17 September 2026 terdapat 117 hotspot. Ada kebakaran di wilayah Bangka Tengah sebanyak tiga titik, namun bisa dipadamkan. Lahan yang terbakar masing-masing 0,5 hektare, 1 hektare dan 1,5 hektare,” jelasnya.

Nur menyebut sebagian hotspot lainnya merupakan indikasi kebakaran dengan skala kecil. Namun kondisi tersebut tetap harus diwaspadai karena api yang awalnya kecil dapat berkembang apabila tidak segera ditangani.

“Dari kecil bila tidak kita antisipasi bisa meluas menjadi kebakaran besar. Untuk itu lebih baik deteksi dini daripada menanggulangi kebakaran,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Relawan Pakar juga diminta segera menyampaikan informasi apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran kepada TNI, Polri maupun unsur Satgas Karhutla.

“Masyarakat tetap jaga lingkungan hutan dan jangan membuka lahan dengan cara membakar. Keberadaan Relawan Pakar untuk menanggulangi dan mencegah kebakaran di wilayah Bangka Belitung,” ujarnya.

Untuk mendukung operasi di lapangan, sejumlah armada pemadam juga telah disiapkan. Korem 045 Garuda Jaya menyiapkan satu armada, Batalyon 147 dan Bangka Tengah tiga armada, Kodim dua armada mobil pemadam, serta Batalyon TP 946 sebanyak dua armada.

“Kalau kita bersatu, berkolaborasi dan yakin, kita bisa mencegah terjadi kebakaran hutan dan lahan di Babel,” kata Nur.

Sementara itu, Ketua Tim Penyuluh Satgas Karhutla Mabes TNI Kolonel (Mar) Inggit Dahana mengatakan ancaman karhutla masih ada hingga musim kemarau berakhir. Karena itu, pencegahan harus menjadi langkah utama, sedangkan penanggulangan dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi.

“Ancaman itu kita antisipasi dan harus kita cegah. Penanggulangan adalah langkah terakhir,” ujarnya.

Inggit menegaskan karhutla bukan persoalan yang dapat diselesaikan hanya oleh Satgas atau aparatur pemerintah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dan berbagai komponen bangsa.

Pengukuhan Relawan Pakar Babel turut dihadiri unsur BPBD dan Damkar dari Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat dan Kota Pangkalpinang, DLHK Provinsi Babel, BMKG Babel, sejumlah UPT Kementerian Kehutanan, Polres Pangkalpinang, kelompok pemerhati lingkungan, tokoh budaya serta sivitas akademika UBB dan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

Relawan Pakar yang dikukuhkan berjumlah 75 orang dalam satuan setingkat kompi, terdiri atas masyarakat dari berbagai wilayah Babel, mahasiswa UBB dan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, serta kelompok pemerhati lingkungan.

Pembentukan pasukan berbasis masyarakat tersebut menjadi bagian dari strategi Korem 045 Garuda Jaya menghadapi potensi peningkatan karhutla menjelang musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga awal November 2026.(AS)

banner nidia kcl.png