Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
AdvetorialPangkalpinang

Pangkalpinang Menang, Saparudin Pasang Target Besar Lima Tahun ke Depan

×

Pangkalpinang Menang, Saparudin Pasang Target Besar Lima Tahun ke Depan

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Usia 269 tahun bukan sekadar perayaan sejarah bagi Kota Pangkalpinang. Di tangan Wali Kota Saparudin, momentum itu dijadikan panggung untuk menegaskan arah pembangunan lima tahun ke depan: Pangkalpinang Menang, Pangkalpinang SMART.

Pesan itu disampaikan Saparudin saat menjadi pembina upacara Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026).

admin-ajax.png

Di hadapan peserta upacara, Saparudin tidak hanya berbicara tentang perjalanan panjang Pangkalpinang. Ia membawa narasi pembangunan yang menempatkan kota ini harus mampu menghadapi persoalan, beradaptasi terhadap perubahan, sekaligus meningkatkan daya saing sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

β€œAngka 269 tidak sekadar menjadi penanda usia, tetapi menjadi momentum untuk kita melakukan refleksi, evaluasi, dan memperkuat kebersamaan dan komitmen bersama,” tegas Saparudin.

Pernyataan tersebut menjadi titik tekan pidatonya. Sebab, perjalanan 269 tahun Pangkalpinang menurut Saparudin tidak hanya diisi keberhasilan, tetapi juga berbagai persoalan dan tantangan yang kompleks dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan.

Ia mengingatkan bahwa Pangkalpinang memiliki posisi strategis. Sebagai ibu kota provinsi, kota ini memikul lima fungsi utama: pusat pemerintahan dan permukiman, perdagangan dan industri, pelayanan sosial terutama pendidikan dan kesehatan, administrasi pertambangan timah, serta aktivitas lembaga keuangan.

Dengan posisi tersebut, Saparudin menempatkan Pangkalpinang bukan sekadar sebagai pusat pemerintahan, tetapi sebagai simpul ekonomi dan sosial Bangka Belitung.

Karena itu, visi Pangkalpinang SMART menjadi arah yang ditawarkan pemerintahannya. SMART merupakan kependekan dari Seimbang, Mapan, Amanah, Rukun dan Tangguh.

Seimbang berarti pembangunan diarahkan untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat. Mapan berkaitan dengan penguatan ekonomi dan daya saing. Amanah menuntut tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih dan berintegritas. Rukun menyangkut stabilitas sosial dan demokrasi inklusif. Sedangkan tangguh diarahkan pada kemampuan menjaga lingkungan sekaligus memperkuat budaya lokal.

Namun Saparudin memberi makna lebih luas terhadap kata β€œmenang”.

Menang, menurut dia, bukan sekadar unggul dalam persaingan. Ukurannya justru diletakkan pada kemampuan pemerintah dan masyarakat menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Menang dalam pelayanan. Menang dalam menjaga lingkungan. Menang dalam membangun ekonomi. Menang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menang dalam mempertahankan budaya. Menang dalam menciptakan kota yang nyaman. Dan menang dalam menghadapi perubahan zaman.

Di titik inilah slogan β€œPangkalpinang Menang” menjadi narasi pembangunan yang ingin ditegaskan Saparudin: kemenangan bukan berhenti pada seremoni hari jadi, melainkan harus diterjemahkan menjadi capaian pembangunan.

Konsep SMART kemudian diperluas melalui empat pilar, yakni Smart Governance, Smart Society, Smart Economy, dan Smart Environment.

Pemerintahan dituntut efektif, transparan dan responsif. Masyarakat harus semakin berdaya, inklusif, kreatif dan adaptif. Ekonomi harus mampu menciptakan peluang baru. Sementara lingkungan harus dijaga agar tetap bersih, sehat, hijau dan berkelanjutan.

Dengan demikian, Hari Jadi ke-269 menjadi momentum Saparudin untuk mempertegas kontrak arah pembangunan pemerintahannya: Pangkalpinang tidak hanya bertambah usia, tetapi harus bergerak menuju kota yang modern, berdaya saing dan berkelanjutan.

Pangkalpinang Menang akhirnya bukan sekadar tema peringatan hari jadi. Dalam pidato Saparudin, frasa itu diposisikan sebagai ukuran keberhasilan yang harus diterjemahkan ke dalam pelayanan, ekonomi, kualitas manusia, lingkungan, budaya dan tata kelola pemerintahan.(RE)

banner nidia kcl.png