Example floating
Example floating
Baru.png
banner 3
Feature

Mercusuar Pulau Lengkuas, Penjaga Laut Belitung yang Bertahan Lebih dari 140 Tahun

×

Mercusuar Pulau Lengkuas, Penjaga Laut Belitung yang Bertahan Lebih dari 140 Tahun

Sebarkan artikel ini

nidianews.com – Di tengah hamparan Laut Natuna yang biru dan jernih, berdiri kokoh sebuah bangunan berwarna putih yang telah menjadi ikon wisata Pulau Belitung. Bangunan tersebut adalah Mercusuar Pulau Lengkuas, salah satu peninggalan bersejarah era kolonial Belanda yang hingga kini masih berfungsi sebagai penunjuk arah pelayaran.

Terletak di Pulau Lengkuas, sekitar 4 kilometer dari Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, mercusuar ini menjadi destinasi utama wisatawan yang melakukan island hopping di perairan utara Belitung.

admin-ajax.png

Dibangun pada Masa Kolonial Belanda

Mercusuar Pulau Lengkuas dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1882. Pembangunannya dilakukan karena wilayah perairan utara Belitung merupakan jalur pelayaran penting yang menghubungkan berbagai kawasan perdagangan di Asia Tenggara.

Saat itu, banyak kapal dagang yang melintasi perairan Belitung. Namun keberadaan gugusan batu granit dan terumbu karang di sekitar Pulau Lengkuas sering menjadi ancaman bagi pelayaran. Tidak sedikit kapal yang mengalami kecelakaan bahkan karam karena sulitnya navigasi pada malam hari maupun saat cuaca buruk.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah Hindia Belanda membangun mercusuar sebagai penanda bagi kapal-kapal yang melintas agar terhindar dari kawasan karang berbahaya di sekitar Belitung.

Teknologi Eropa di Tengah Laut Belitung

Mercusuar ini merupakan konstruksi besi cor yang didatangkan dari Eropa dan dirakit langsung di Pulau Lengkuas. Menurut sejumlah sumber sejarah, menara ini diproduksi oleh perusahaan Chance Brothers & Co dari Birmingham, Inggris, yang pada masa itu dikenal sebagai pembuat mercusuar terkenal di dunia.

Bangunan mercusuar memiliki tinggi sekitar 50 hingga 65 meter, tergantung metode pengukuran yang digunakan. Menara ini terdiri dari belasan lantai dengan ratusan anak tangga yang menghubungkan setiap tingkat hingga ke ruang lampu di puncak mercusuar.

Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati panorama 360 derajat yang menampilkan lautan biru, gugusan pulau kecil, serta hamparan batu granit khas Belitung yang menakjubkan.

Tetap Berfungsi Hingga Saat Ini

Meski telah berusia lebih dari 140 tahun, Mercusuar Pulau Lengkuas masih berfungsi sebagai sarana navigasi pelayaran hingga sekarang. Lampu suar yang berada di puncak menara terus membantu kapal-kapal yang melintas di perairan Belitung, terutama pada malam hari.

Keberadaan mercusuar ini menjadi bukti ketangguhan konstruksi peninggalan abad ke-19 yang masih mampu menjalankan fungsinya di tengah terpaan angin laut dan cuaca tropis.

Menjadi Ikon Pariwisata Belitung

Seiring berkembangnya sektor pariwisata Belitung, Mercusuar Pulau Lengkuas tidak hanya berfungsi sebagai sarana navigasi, tetapi juga menjadi daya tarik wisata sejarah dan fotografi.

Setiap tahun, ribuan wisatawan datang untuk melihat langsung bangunan bersejarah ini. Kombinasi mercusuar tua, pantai berpasir putih, laut yang jernih, serta formasi batu granit raksasa menjadikan Pulau Lengkuas sebagai salah satu destinasi paling populer di Negeri Laskar Pelangi.

Bagi masyarakat Belitung, Mercusuar Pulau Lengkuas bukan sekadar bangunan tua peninggalan kolonial. Ia adalah saksi bisu perjalanan sejarah pelayaran, perdagangan, dan perkembangan Pulau Belitung yang hingga kini tetap berdiri gagah menjaga lautan di utara pulau tersebut.(*)