Example floating
Example floating
Baru.png
banner 3
Pangkalpinang

Dinas Pendidikan Babel Apresiasi Kehadiran Timedoor Academy, Dorong Lahirnya Generasi Digital Inovatif

×

Dinas Pendidikan Babel Apresiasi Kehadiran Timedoor Academy, Dorong Lahirnya Generasi Digital Inovatif

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, mengapresiasi hadirnya Timedoor Academy Pangkalpinang sebagai lembaga pendidikan nonformal yang berfokus pada pengembangan keterampilan digital bagi anak-anak dan generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Saiful saat menghadiri peresmian Timedoor Academy Pangkalpinang di Jalan KH Abdul Hamid No.129, Batin Tikal, Pangkalpinang, Sabtu (4/7/2026).

admin-ajax.png

Menurut Saiful, kehadiran Timedoor Academy menjadi langkah positif dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di era digital yang berkembang sangat cepat.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Dinas Pendidikan, sangat mengapresiasi grand opening Timedoor Academy Pangkalpinang. Ini merupakan bagian dari upaya bersama mencerdaskan anak-anak kita agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk berinovasi dan berkreasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi digital saat ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, generasi muda harus dibekali kemampuan digital sejak usia dini agar tidak tertinggal dalam persaingan global.

“Kalau kita tidak mengikuti perkembangan teknologi digital, tentu kita akan tertinggal. Banyak pekerjaan dan aktivitas yang kini sudah didukung bahkan digantikan oleh teknologi digital,” katanya.

Meski demikian, Saiful mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi harus tetap diimbangi dengan penguatan pendidikan karakter sehingga penggunaannya tetap berada pada arah yang positif.

“Anak-anak memang harus dikenalkan sejak dini dengan teknologi digital, tetapi penggunaannya harus bijak dan berbasis pada penguatan pendidikan karakter. Jangan sampai kebablasan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Saiful berharap generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selama ini kita lebih banyak menjadi pengguna teknologi. Ke depan, kita berharap anak-anak Indonesia mampu menciptakan ide-ide kreatif, inovasi, bahkan produk digital yang bisa bersaing dan memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kemampuan digital dapat dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari industri, pemasaran produk, hingga pengembangan berbagai layanan berbasis teknologi.

Saipul juga menjelaskan bahwa penguatan literasi digital kini telah mendapat perhatian dalam dunia pendidikan. Salah satunya melalui mata pelajaran pilihan yang mengenalkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan pembelajaran berbasis teknologi digital.

“Pembelajaran terkait AI dan teknologi digital sudah mulai masuk sebagai bagian dari penguatan kurikulum. Tujuannya agar kemampuan dan pengetahuan anak-anak terhadap dunia digital semakin meningkat,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital jauh lebih cepat dibandingkan bidang lainnya sehingga menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi.

“Kalau dunia otomotif mungkin berkembang satu atau dua tahun sekali. Tapi teknologi digital berkembang dalam hitungan menit, jam, bahkan hari. Karena itu anak-anak harus mampu melihat peluang dan potensi yang bisa dimanfaatkan dari perkembangan tersebut,” katanya.

Saipul berharap Timedoor Academy ke depan dapat menjalin kolaborasi dengan sekolah-sekolah di Bangka Belitung, termasuk meningkatkan kompetensi guru dalam penguasaan teknologi digital.

Menurutnya, peningkatan kapasitas guru menjadi faktor penting agar proses pembelajaran dapat mengikuti perkembangan zaman.

“Kalau nanti Timedoor Academy berkembang secara masif di Pangkalpinang, kami berharap bisa bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk memperkuat kemampuan digital para guru. Jangan sampai muridnya sudah beberapa langkah lebih maju, sementara gurunya masih tertinggal. Itu tentu tidak kita harapkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah, sekolah, dan lembaga pendidikan seperti Timedoor Academy diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan digital yang seimbang, tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter generasi muda.(RE)