Pangkalpinang, nidianews.com – Persoalan transportasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menjadi sorotan, terutama pada musim liburan ketika mobilitas masyarakat meningkat. Selain tingginya harga tiket pesawat, keterbatasan transportasi laut dinilai semakin membebani masyarakat yang hendak bepergian antara Pulau Bangka dan Pulau Belitung.
Ketua SMSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bardian, mengatakan keluhan masyarakat terhadap layanan transportasi terus berdatangan, terutama terkait mahalnya tiket pesawat dan pelayanan angkutan laut yang dinilai belum optimal.
“Berdasarkan keluhan masyarakat, harga tiket pesawat saat ini sangat mahal, ditambah transportasi laut yang sangat minim dan lama. Intinya, kita berharap pemerintah pusat dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dapat mencarikan solusi terkait persoalan ini,” ujarnya.
Bardian mengungkapkan, masyarakat bahkan mengeluhkan lamanya perjalanan yang tidak hanya disebabkan oleh waktu pelayaran, tetapi juga karena kapal harus menunggu kondisi pasang air laut sebelum dapat bersandar.
Menurutnya, ada penumpang yang berangkat dari Bangka sekitar pukul 15.00 WIB. Namun hingga keesokan harinya sekitar pukul 20.00 WIB, para penumpang masih berada di atas kapal dan belum dapat turun karena kapal belum bisa merapat ke pelabuhan.
“Ini tentu menjadi persoalan serius. Waktu tempuh pelayaran Bangka–Belitung sebenarnya hanya sekitar belasan jam, tetapi penumpang harus menunggu berjam-jam bahkan hampir seharian di dalam kapal sebelum bisa turun,” kata Bardian.
Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Perhubungan, PT PELNI, Dinas Perhubungan, Pelindo, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP/Syahbandar), hingga operator kapal, untuk duduk bersama mencari solusi agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Menurut Bardian, pasang surut air laut merupakan kondisi yang dapat diprediksi sehingga seharusnya dapat menjadi dasar dalam pengaturan jadwal pelayaran.
“Bukankah pasang surut air laut bisa diprediksi? Mengapa jadwal kapal tidak diatur bersama oleh PT PELNI dan pihak-pihak terkait agar kapal tiba di Belitung saat air laut sudah pasang? Dengan begitu, penumpang tidak perlu menunggu berjam-jam bahkan seharian di dalam kapal hanya karena kapal belum bisa bersandar. Hal seperti ini tentu harus segera dievaluasi demi kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai evaluasi terhadap jadwal pelayaran perlu segera dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik, khususnya pada musim liburan ketika jumlah penumpang meningkat signifikan.
Bardian berharap pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat menghadirkan kebijakan yang menjamin ketersediaan transportasi, menjaga keterjangkauan harga tiket, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut sebagai urat nadi konektivitas wilayah kepulauan.
“Harapan masyarakat sederhana, yaitu transportasi yang mudah diakses, nyaman, tepat waktu, dan tarifnya terjangkau. Karena itu seluruh pihak terkait harus segera menemukan solusi agar persoalan ini tidak terus menjadi keluhan masyarakat,” pungkasnya.((RE)














