Belitung, nidianews.com – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Belitung terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin berpartisipasi dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan memberikan bantuan pembangunan rumah layak huni bagi keluarga berisiko stunting di Dusun Kelekak Usang, Desa Perawas, Kabupaten Belitung, Kamis (16/7/2026).
Bantuan tersebut diberikan kepada satu keluarga yang masuk kategori berisiko stunting. Kepala keluarga bekerja sebagai kuli bangunan dengan kondisi tempat tinggal yang dinilai belum memenuhi standar hunian sehat sehingga membutuhkan dukungan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan layak bagi tumbuh kembang anak.
Penyerahan bantuan dihadiri Bupati Belitung yang diwakili Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKBPMD) Kabupaten Belitung, Drs. Fari, Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Wijaya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fazar Supriadi Sentosa, SH, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin Tri Yudi Anshary, Kepala Desa Perawas, jajaran perangkat daerah, mitra kerja, serta masyarakat setempat.
Program GENTING merupakan gerakan gotong royong yang mengajak pemerintah, dunia usaha, lembaga, dan masyarakat menjadi Orang Tua Asuh bagi keluarga berisiko stunting. Sasaran program ini adalah keluarga yang memiliki ibu hamil dan/atau anak usia di bawah dua tahun (baduta) yang masuk kategori keluarga berisiko stunting.
Intervensi dalam GENTING tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mencakup edukasi pengasuhan, peningkatan sanitasi, penyediaan akses air bersih, hingga bantuan rumah layak huni sesuai kebutuhan masing-masing keluarga penerima manfaat.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, menegaskan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor dunia usaha.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dunia usaha, lembaga, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar keluarga berisiko stunting memperoleh intervensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Fazar.
Ia menjelaskan, kualitas lingkungan tempat tinggal menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Rumah yang tidak layak, sanitasi yang buruk, serta keterbatasan akses air bersih berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang berdampak pada tumbuh kembang anak.
“Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan memberikan makanan bergizi. Lingkungan tempat tinggal yang sehat, sanitasi yang baik, serta rumah yang layak juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” katanya.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Tri Yudi Anshary, mengatakan pembangunan rumah layak huni merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional bandara.
“Kami berharap bantuan rumah layak huni ini dapat memberikan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Dukungan ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam membantu upaya pencegahan stunting di Kabupaten Belitung,” ujarnya.
Menurut Tri Yudi, kontribusi dunia usaha dalam Program GENTING tidak harus terbatas pada bantuan nutrisi. Dukungan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan riil keluarga, termasuk perbaikan hunian dan fasilitas sanitasi.
Bupati Belitung yang diwakili Kepala DPPKBPMD Kabupaten Belitung, Drs. Fari, mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keluarga berisiko stunting.
“Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa penanganan stunting telah menjadi tanggung jawab bersama. Bantuan yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga memperbaiki kondisi sosial dan lingkungan keluarga,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Belitung, lanjutnya, akan terus mendorong kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah, pemerintah desa, sektor swasta, dan mitra pembangunan agar intervensi terhadap keluarga sasaran dapat dilakukan secara tepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya, menekankan pentingnya penguatan ketahanan ekonomi keluarga sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting. Menurutnya, keluarga yang memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik akan lebih siap memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, pendidikan, hingga menyediakan lingkungan tempat tinggal yang layak bagi anak.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat dalam Program GENTING, pemerintah bersama dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan berharap upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Belitung semakin efektif. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyasar pemenuhan gizi, tetapi juga membangun fondasi kesejahteraan keluarga melalui penyediaan hunian layak, sanitasi sehat, edukasi pengasuhan, dan penguatan ekonomi keluarga demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.(*)














