Example floating
Example floating
Baru.png
banner 3
Pangkalpinang

Wawako Pangkalpinang: Koperasi Harus Bertransformasi Menjadi Penggerak Ekonomi Modern

×

Wawako Pangkalpinang: Koperasi Harus Bertransformasi Menjadi Penggerak Ekonomi Modern

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan koperasi harus mampu bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, dan berbasis digital agar semakin berperan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tengah dinamika perkembangan teknologi dan dunia usaha.

Penegasan tersebut disampaikan Dessy saat membuka Rapat Koordinasi Koperasi se-Kota Pangkalpinang yang digelar di Balai Besar Betason, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini dihadiri para pengurus, pengawas, pengelola koperasi, pelaku UMKM, serta jajaran pemerintah daerah.

admin-ajax.png

Dalam kesempatan itu, Dessy membacakan sambutan Menteri Koperasi Republik Indonesia pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya.”

Menurutnya, Hari Koperasi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali posisi koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional yang mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

“Koperasi harus semakin berdaya dalam memperkuat ekonomi rakyat. Ukuran keberhasilan koperasi bukan hanya keuntungan usaha, tetapi sejauh mana anggotanya semakin sejahtera,” kata Dessy.

Ia menegaskan, nilai-nilai yang diwariskan Bapak Koperasi Indonesia Mohammad Hatta tetap relevan hingga saat ini. Koperasi, kata dia, merupakan wadah usaha bersama yang dibangun atas semangat gotong royong, kekeluargaan, dan demokrasi ekonomi, sehingga setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Dessy juga menyoroti kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Secara nasional, pemerintah menargetkan terbentuknya lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari memperkuat akses pembiayaan, memperpendek rantai distribusi, hingga memperluas pemasaran produk lokal.

Di Kota Pangkalpinang sendiri telah terbentuk 42 Koperasi Merah Putih. Dua di antaranya telah diresmikan, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian.

“Kami berharap seluruh koperasi tersebut dapat segera beroperasi sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dalam arahannya, Dessy juga mendorong koperasi di Pangkalpinang untuk mempercepat transformasi digital, termasuk memanfaatkan sistem pembayaran elektronik, teknologi informasi, serta berbagai platform digital guna meningkatkan daya saing.

Menurutnya, koperasi tidak lagi identik dengan organisasi yang lambat dan konvensional, melainkan harus menjadi organisasi ekonomi modern yang mampu mengelola teknologi, mendukung ekonomi kreatif, serta menarik minat generasi muda.

“Koperasi masa depan adalah koperasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memanfaatkan digitalisasi, dan mampu menjawab kebutuhan pelaku UMKM, petani, nelayan, hingga generasi muda,” katanya.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, gerakan koperasi, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pembinaan, tata kelola, dan kolaborasi agar semakin banyak koperasi modern yang lahir dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Di akhir sambutannya, Dessy mengajak generasi muda untuk menjadikan koperasi sebagai ruang berkarya dan berwirausaha secara kolektif.

“Dengan semangat gotong royong, inovasi, dan kolaborasi, koperasi akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” tutupnya.(RE)