Pangkalpinang, nidianews.com – Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna mengajak satuan pendidikan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum menanamkan semangat nasionalisme dan gotong royong kepada generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Dessy saat menghadiri perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SD Negeri 42 Pangkalpinang, Selasa (19/8/2026).
Dessy mengapresiasi antusiasme siswa dan guru yang mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dalam membentuk karakter peserta didik.
“Anak-anak bisa berlomba, belajar mandiri, belajar bekerja sama, sehingga akan menumbuhkan bibit-bibit generasi muda yang tangguh dan luar biasa,” ujar Dessy.
Ia mengatakan, kegiatan peringatan kemerdekaan juga dapat menjadi sarana mengenalkan kembali sejarah perjuangan para pahlawan kepada anak-anak.
Dessy menilai pendidikan karakter yang diberikan sekolah juga menjadi faktor penting dalam membentuk generasi muda. Ia mengapresiasi Kepala SD Negeri 42 Pangkalpinang Ramadoni beserta para guru yang dinilai aktif memberikan pembelajaran, termasuk penguatan wawasan, doa dan akhlak kepada siswa.
“Tadi saya tanya macam-macam, wawasannya luar biasa. Ini berkat bimbingan dan pengajaran dari kepala sekolah serta guru-guru yang sangat luar biasa,” katanya.
Dessy berharap para siswa dapat terus meningkatkan semangat belajar dan kelak tumbuh menjadi generasi penerus yang mampu memberikan kontribusi bagi daerah maupun Indonesia.
“Mudah-mudahan anak-anak ini nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin, khususnya di Kota Pangkalpinang dan juga di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Darwin mengatakan kegiatan perayaan kemerdekaan di sekolah tersebut merupakan inisiatif paguyuban dan komite sekolah bersama para orang tua.
Menurut Darwin, pemerintah daerah mengapresiasi kreativitas masyarakat sekolah selama kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan semangat gotong royong dan tidak membebani orang tua maupun sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi. Kami hanya berpesan agar kegiatan ini jangan memberatkan,” kata Darwin.
Ia menekankan, peringatan HUT Kemerdekaan seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat semangat kebersamaan. Karena itu, sekolah, orang tua dan siswa didorong untuk berkreasi dengan kegiatan yang sederhana, inspiratif dan sesuai kemampuan.
“Kalau semuanya dengan gotong royong, mungkin terasa ringan. Tapi kalau dibebankan kepada suatu organisasi, lembaga, atau seseorang, ini terasa berat,” ujarnya.
Darwin juga mengingatkan para guru agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi membebani orang tua, termasuk dalam bentuk permintaan sumbangan.
Ia menilai keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Kalau semuanya dengan gotong royong, inisiasi dari para orang tua, menurut saya itu bukan sumbangan, tapi bentuk semangat gotong royong,” katanya.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SD Negeri 42 Pangkalpinang tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat pendidikan karakter, nasionalisme dan gotong royong di lingkungan sekolah.(RE)














