Pangkalpinang,nidianews.com – Tongkat estafet kepemimpinan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Bangka Belitung resmi berpindah. Budi Utama, SSTP, M.Tr.IP terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IKAPTK Babel periode 2026-2031.
Tak sekadar pergantian kepemimpinan, Budi langsung menyiapkan agenda konsolidasi organisasi dalam 100 hari pertama. Salah satu pekerjaan awal yang menanti adalah pembenahan kepengurusan di tingkat kabupaten/kota.
Budi mengungkapkan, terdapat enam Dewan Pengurus Kabupaten/Kota (DPK) IKAPTK yang masa kepengurusannya akan berakhir dan perlu segera dibentuk kepengurusan baru.
“Kami dalam 100 hari kerja akan melakukan konsolidasi dengan dewan pengurus kabupaten dan kota. Ada enam DPK yang akan habis masa kepengurusannya dan akan membentuk kepengurusan DPK yang baru,” kata Budi seusai Kongres III IKAPTK Babel di Ballroom Grand Safran Pangkalpinang, Sabtu (5/9/2026).
Bagi Budi, konsolidasi menjadi langkah penting untuk memastikan organisasi tetap solid sekaligus memperkuat peran alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dalam pembangunan daerah.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat juga akan menyusun formatur untuk membentuk struktur kepengurusan IKAPTK Babel periode 2026-2031.0
Budi berharap IKAPTK Babel tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi alumni. Organisasi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat di Bangka Belitung.
Menurut dia, kekompakan dan rasa korsa menjadi modal penting untuk menjalankan organisasi.
“Kita harus menjaga konsolidasi dan kekompakan, rasa korsa sesama alumni, yang tidak membedakan angkatan satu dengan angkatan lainnya,” ujarnya.
Ia menargetkan IKAPTK dapat memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat, termasuk melalui kontribusi di bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
Budi merupakan alumni STPDN angkatan XIII tahun 2005.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Bangka Belitung, M Tarmin, menilai keberadaan IKAPTK memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah.
Tarmin yang hadir mewakili Gubernur Babel Hidayat Arsani mengatakan para alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan banyak yang berkarier di lingkungan pemerintahan, mulai dari pemerintah kabupaten/kota hingga Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.
“Alumni ini rata-rata bekerja di pemerintah kota, kabupaten hingga di Pemerintah Provinsi Babel,” kata Tarmin.
Karena itu, Tarmin berharap kepengurusan baru IKAPTK mampu menjadi wadah bagi gagasan dan pemikiran para alumni untuk ikut menjawab berbagai persoalan pembangunan di Bangka Belitung.
“Kepengurusan yang baru ini hendaklah dapat mewadahi salah satunya pemikiran dari alumni dalam rangka untuk membangun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya.
Ia juga meminta para alumni terus meningkatkan dedikasi dan prestasi dalam menjalankan tugas pemerintahan. Dengan demikian, para alumni diharapkan mampu dipercaya mengemban tanggung jawab yang lebih besar.
Ketua IKAPTK Babel periode sebelumnya, M Haris AR, menegaskan organisasi tersebut merupakan wadah alumni yang berada di luar struktur pemerintahan.
Meski demikian, seluruh anggota IKAPTK merupakan ASN yang berasal dari pendidikan kepamongprajaan, seperti IPDN, STPDN dan APDN.
“Kehadiran organisasi ini untuk mendukung pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan tugas pengabdian kepada masyarakat,” kata Haris.
Haris menilai keberadaan IKAPTK harus terus dijaga karena organisasi tersebut memiliki struktur berjenjang, mulai dari Dewan Pengurus Nasional (DPN), Dewan Pengurus Provinsi (DPP), hingga Dewan Pengurus Kabupaten/Kota (DPK).
Kongres III IKAPTK Babel sekaligus menjadi momentum memperkuat jejaring alumni. Pada kegiatan tersebut turut dilakukan peluncuran data alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kongres dihadiri para senior dan alumni dari berbagai angkatan, hingga alumni angkatan XXXIII.
Dengan terpilihnya Budi Utama secara aklamasi, IKAPTK Babel memasuki babak baru. Konsolidasi 100 hari dan penataan enam DPK menjadi ujian awal bagi kepemimpinan baru untuk membuktikan bahwa kekuatan alumni kepamongprajaan dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan Bangka Belitung.(AS)














