Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

Cantabile Ethnic Ensemble Bawa Musik Tradisional Bangka ke Festival Asia di China

×

Cantabile Ethnic Ensemble Bawa Musik Tradisional Bangka ke Festival Asia di China

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Cantabile Ethnic Ensemble bersiap tampil di Asia All Star Festival di Zhengzhou, China, dengan membawa misi memperkenalkan musik tradisional dan kekayaan budaya Bangka Belitung ke panggung internasional.

Pemilik Cantabile Musik, Alfris Sarwinto dan Veni Wahyuni, mengatakan keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi musisi muda dan seniman daerah untuk menunjukkan bahwa musik tradisional Bangka mampu bersaing di panggung dunia.

admin-ajax.png

Hal itu disampaikan dalam Konser Pamit Cantabile Ethnic Ensemble di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (9/10/2026).

Veni menjelaskan, Cantabile Musik berdiri pada 2019 sebagai lembaga kursus musik yang terdaftar di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang. Lembaga tersebut berawal dari keinginan menghadirkan ruang berkarya bagi lulusan pendidikan musik dan pelaku seni yang kembali ke Bangka.

Kini, Cantabile telah memiliki tiga cabang, yakni di Sungailiat, Greenland, dan Papinka Valley, serta menjadi tempat belajar bagi ratusan siswa.

Sejak 2022, Cantabile mulai mengikutsertakan siswanya dalam berbagai kompetisi dan festival musik tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut kemudian berkembang dengan membentuk Cantabile Ethnic Ensemble pada 2024.

Kelompok ini menggabungkan siswa, pengajar, dan unsur musik tradisional untuk menghadirkan pertunjukan dengan kemasan yang lebih modern. Pada tahun yang sama, Cantabile Ethnic Ensemble berhasil meraih gelar Grand Champion di Singapura.

Pada 2025, kelompok tersebut memperluas kolaborasi dengan melibatkan seniman daerah. Langkah ini dilakukan untuk membangun ekosistem seni yang mempertemukan lembaga pendidikan musik, guru, siswa, dan seniman lokal.

Kesempatan tampil di Zhengzhou pada 2026 menjadi tantangan sekaligus peluang baru bagi Cantabile. Untuk mendukung keberangkatan, mereka mengajukan proposal melalui program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Setelah melalui proses seleksi, proposal Cantabile Ethnic Ensemble dinyatakan layak menerima dukungan pendanaan. Namun, bantuan tersebut belum mencakup seluruh kebutuhan keberangkatan dan pelaksanaan kegiatan di China.

Karena itu, Cantabile membuka peluang dukungan dari berbagai pihak. Sejumlah mitra, termasuk PT Timah, sanggar seni, Dewan Kesenian Kota Pangkalpinang, dan pihak lainnya, telah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk.

Cantabile juga menyiapkan sejumlah alat musik untuk dijual. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan keberangkatan dan kegiatan selama mengikuti festival. Selain itu, mereka membuka kesempatan donasi dan sponsorship bagi masyarakat maupun perusahaan.

Veni menegaskan, perjalanan tersebut bukan semata-mata tentang penampilan musik, melainkan juga membawa identitas daerah ke hadapan masyarakat internasional.

“Kami ingin ketika anak-anak dan seniman kembali berdiri di atas panggung, mereka tidak hanya mengatakan bahwa mereka berasal dari Cantabile, tetapi dengan bangga mengatakan, ‘Kami berasal dari Pangkalpinang, Bangka Belitung, Indonesia’,” ujarnya.

Melalui partisipasi di Asia All Star Festival, Cantabile berharap musik tradisional Bangka semakin dikenal luas dan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda serta seniman daerah untuk berkembang di tingkat internasional.(RE)

banner nidia kcl.png