Bangka, nidianews.com – Tak hanya melalui simulasi dan permainan, sebanyak 93 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) diajak mengasah kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah melalui pengamatan langsung terhadap fenomena sosial di masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi pembeda dalam Workshop Ormawa Pembangun Peradaban (WOPP) 2026 yang berlangsung di Pantai Temberan, Bangka Belitung, pada 2–4 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam ini diikuti 93 mahasiswa dari target 122 peserta. WOPP 2026 dirancang untuk memperkuat kapasitas pengurus organisasi kemahasiswaan agar mampu mengelola diri, bekerja dalam tim, serta menghadapi berbagai tantangan organisasi maupun persoalan di lingkungan sekitarnya.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAKK) UBB, Hesty, M.Pd., dan ditutup oleh Wakil Rektor I UBB, Prof. Dr. Devi Valeriani, M.Si.
Dalam sambutannya, Hesty menekankan pentingnya pengembangan kepemimpinan yang dimulai dari kemampuan mahasiswa mengelola diri sendiri sebelum memimpin dan berkolaborasi dengan orang lain.
“Melalui WOPP ini, kami ingin mengasah kemampuan kepemimpinan setiap peserta, mulai dari bagaimana mereka mengelola diri sendiri hingga mampu bekerja sama dan mengelola tim. Karena itu, materi dan aktivitas yang diberikan telah disesuaikan untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut,” ujar Hesty.
Ia menjelaskan bahwa WOPP tahun ini menerapkan metode berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, meskipun tetap diarahkan untuk mencapai kompetensi yang sama.
“Metode yang kami gunakan tahun ini berbeda, meskipun capaian yang diharapkan tetap sama. Pada 2025, kemampuan problem solving dan critical thinking peserta diasah melalui simulasi serta permainan. Sementara pada 2026, kami mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan tersebut melalui penelitian langsung dan kajian terhadap kasus-kasus nyata yang terjadi di masyarakat,” jelasnya.
Untuk mendukung pendekatan tersebut, UBB bekerja sama dengan Impessa Experience melalui metode experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Peserta dilibatkan secara aktif dalam pengamatan, diskusi, analisis persoalan, dan refleksi untuk menghubungkan pengalaman lapangan dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam berorganisasi.

Dari Membangun Koneksi hingga Memahami Persoalan Masyarakat Hari pertama WOPP 2026 diawali dengan aktivitas yang mendorong peserta saling mengenal dan membangun kedekatan. Suasana yang semula diwarnai kecanggungan perlahan menjadi lebih akrab ketika mahasiswa mulai berinteraksi, memahami perbedaan karakter, dan membangun rasa percaya dalam kelompok.
Memasuki hari kedua, peserta dihadapkan pada tantangan yang menuntut kemampuan mengamati, menganalisis informasi, menyusun strategi, serta mengambil keputusan bersama. Berbeda dari pendekatan yang berpusat pada simulasi, kegiatan tahun ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari fenomena yang benar-benar terjadi di masyarakat.
Salah satu kasus yang dikaji adalah kebiasaan sebagian pekerja tambang inkonvensional yang tidak melakukan aktivitas penambangan pada hari Jumat. Peserta berupaya mencari tahu alasan di balik kebiasaan tersebut melalui penelusuran terhadap kondisi sosial masyarakat.
Berdasarkan hasil pengamatan peserta, kebiasaan itu berkaitan dengan aktivitas keagamaan pekerja yang pada umumnya beragama Islam. Hari Jumat dimanfaatkan untuk melaksanakan ibadah salat Jumat sehingga kegiatan penambangan diliburkan agar para pekerja dapat menjalankan ibadah dengan baik dan lancar.
Temuan sederhana tersebut menjadi pembelajaran bahwa suatu fenomena tidak dapat dipahami hanya dari apa yang terlihat. Mahasiswa perlu menggali informasi, mempertimbangkan konteks sosial dan budaya, serta menghubungkan berbagai faktor sebelum menarik kesimpulan.
Melalui pengalaman itu, peserta tidak hanya mengembangkan kemampuan berpikir kritis, tetapi juga belajar menghargai perbedaan sudut pandang dan memahami hubungan antara aktivitas ekonomi, kebiasaan masyarakat, serta nilai-nilai keagamaan.
Proses pembelajaran turut menguji kemampuan mahasiswa dalam membagi peran, membangun komunikasi, dan menyatukan gagasan. Setiap anggota didorong berkontribusi sehingga keputusan yang dihasilkan menjadi tanggung jawab bersama.
Refleksi untuk Kepemimpinan yang Berdampak , Selain pengamatan lapangan, WOPP 2026 memberikan ruang refleksi atau debriefing bagi peserta untuk mengevaluasi pengalaman selama kegiatan. Melalui proses tersebut, mahasiswa mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, memahami dinamika kelompok, dan menilai cara mereka berkomunikasi maupun mengambil keputusan.
Hasil refleksi kemudian dihubungkan dengan kehidupan organisasi kemahasiswaan, mulai dari pengelolaan program kerja, penyelesaian konflik, pembagian tanggung jawab, hingga membangun kolaborasi lintas organisasi.

Pada hari ketiga, peserta kembali memaknai proses pembelajaran yang telah dilalui. Interaksi yang awalnya mempertemukan mahasiswa dengan karakter dan pengalaman berbeda berkembang menjadi kerja sama yang dilandasi kepercayaan, keterbukaan, serta kesadaran akan tanggung jawab bersama.
Suasana Pantai Temberan turut menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dari rutinitas perkuliahan. Lingkungan terbuka memberikan ruang bagi peserta untuk berinteraksi lebih dekat sekaligus mengembangkan kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi.
Rangkaian WOPP 2026 ditutup oleh Wakil Rektor I UBB, Prof. Dr. Devi Valeriani, M.Si. Pengalaman selama tiga hari tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika kembali menjalankan peran dan tanggung jawab sebagai pengurus organisasi kemahasiswaan.
Melalui WOPP 2026, UBB mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pemimpin yang mampu mengelola organisasi, tetapi juga peka terhadap persoalan di sekitarnya dan mampu merumuskan solusi melalui pemikiran kritis serta kerja sama.
Dengan demikian, pembelajaran yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan diwujudkan melalui program organisasi yang inovatif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan memberikan dampak nyata, sejalan dengan semangat UBB — Unggul Membangun Peradaban. (Humas UBB)














