Bangka, nidianews.com – Inovasi pelayanan kesehatan keluarga yang dikembangkan seorang bidan mandiri di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil mencuri perhatian pemerintah pusat. Melalui program Kelas Ayah Idaman, Tempat Praktik Mandiri Bidan Juli Artika berhasil masuk tiga besar nasional dari 34 provinsi.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan kesehatan tidak selalu harus lahir dari fasilitas kesehatan berskala besar. Keterlibatan aktif para suami dalam mendukung kesehatan ibu dan anak justru menjadi kekuatan utama program yang dikembangkan Bidan Juli sejak Juli 2026.
Prestasi itu mengantarkan tempat praktiknya mengikuti verifikasi lapangan oleh Tim Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi, Kamis (5/11/2026).
Verifikasi tersebut merupakan bagian dari penilaian Apresiasi, Komitmen, Sinergitas dan Inovasi (VAKSIN), sekaligus memastikan pelaksanaan Kelas Ayah Idaman berjalan sesuai dengan komitmen yang diajukan.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yudi Rafani, mengatakan Bidan Juli berhasil meraih penilaian terbaik di tingkat provinsi sebelum akhirnya terpilih mewakili Babel dalam seleksi nasional.
“Hari ini tim dari Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga melakukan verifikasi secara langsung untuk memastikan bahwa program Ayah Idaman telah dilaksanakan dengan baik. Sebelumnya, kami juga telah melakukan evaluasi melalui pertemuan daring dan mendapatkan hasil yang baik,” kata Yudi.
Menurutnya, Kelas Ayah Idaman dirancang untuk mengubah perspektif bahwa tanggung jawab kehamilan, persalinan, dan pengasuhan anak bukan hanya berada di pundak ibu. Suami juga harus mengambil peran aktif, mulai dari mendampingi pemeriksaan kehamilan hingga mendukung penggunaan kontrasepsi setelah persalinan.
Salah satu hal yang menarik dari program tersebut adalah pendekatan inovatif yang diterapkan Bidan Juli untuk meningkatkan partisipasi suami.
Selain memberikan edukasi kesehatan reproduksi, ia menawarkan potongan biaya persalinan sebesar 50 persen bagi peserta Kelas Ayah Idaman apabila istrinya melahirkan di tempat praktiknya. Peserta juga mendapatkan bantuan sembako yang bersumber dari dana pribadi Bidan Juli.
Perwakilan Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga, dr. Sheilla Virarisca, mengatakan Bidan Juli terpilih sebagai salah satu dari tiga penyelenggara terbaik secara nasional berdasarkan hasil penilaian tingkat pusat.
“Berdasarkan hasil penilaian di tingkat pusat, Bidan Juli Artika terpilih sebagai salah satu dari tiga terbaik dari 34 provinsi dalam penyelenggaraan Kelas Ayah Idaman untuk mendukung program KB pasca persalinan. Karena itu, kami datang untuk melihat secara langsung pelaksanaan program tersebut,” ujarnya.
Sheilla menilai keterlibatan suami menjadi faktor penting dalam keberhasilan program Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP). Dukungan pasangan dapat meningkatkan kesadaran keluarga untuk menggunakan kontrasepsi setelah melahirkan sekaligus merencanakan jarak kehamilan secara lebih sehat.
Sementara itu, Bidan Juli Artika mengaku tidak menyangka inovasi yang dikembangkannya mampu mendapat pengakuan hingga tingkat nasional.
“Saya merasa bahagia mendapatkan apresiasi ini karena berhasil masuk tiga terbaik dari 34 provinsi. Sejujurnya, seumur hidup saya belum pernah mendapatkan apresiasi seperti ini. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya dan juga keluarga,” tuturnya.
Ia menjelaskan, Kelas Ayah Idaman dilaksanakan dengan memberikan edukasi kepada para suami ketika mendampingi istri menjalani pemeriksaan kehamilan, termasuk pemeriksaan ultrasonografi (USG).
Materi yang diberikan mencakup kesehatan reproduksi, pentingnya pendampingan selama kehamilan, masa nifas, hingga perencanaan penggunaan kontrasepsi setelah persalinan.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, Bidan Juli juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam kesehatan ibu dan anak.
Dalam kurun waktu empat bulan pelaksanaan, program tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif, terutama terhadap peningkatan jumlah peserta KB pasca persalinan di tempat praktiknya.
Keberhasilan inovasi dari Kabupaten Bangka ini diharapkan tidak berhenti sebagai prestasi dalam ajang penghargaan nasional. Lebih dari itu, Kelas Ayah Idaman diharapkan dapat direplikasi oleh bidan dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya sebagai pendekatan untuk membangun keluarga yang lebih sadar kesehatan reproduksi.
Melalui keterlibatan ayah sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan, upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak sekaligus mewujudkan keluarga berkualitas diharapkan dapat berjalan lebih efektif.(*)















