Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

Banyak Kios Kosong, Pemkot Pangkalpinang Siapkan Relokasi 160 Pedagang Pasar Pagi

×

Banyak Kios Kosong, Pemkot Pangkalpinang Siapkan Relokasi 160 Pedagang Pasar Pagi

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Tingkat pemanfaatan fasilitas Pasar Pagi Pangkalpinang menjadi perhatian Pemerintah Kota Pangkalpinang. Dari sekitar 200 kios yang tersedia di lantai dua, baru enam hingga delapan kios yang saat ini ditempati pedagang.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah kota menyiapkan penataan ulang aktivitas perdagangan dengan mengarahkan pedagang yang selama ini berjualan di pelataran parkir untuk menempati ruang perdagangan di dalam gedung pasar.

admin-ajax.png

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, Muhammad Yasin, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi bangunan pasar sekaligus mengembalikan area parkir sesuai peruntukannya.

“Kalau kita lihat, lantai dua ini banyak kosong. Dari 200-an kios, baru sekitar enam sampai delapan kios yang ditempati. Artinya, kios-kios lainnya masih banyak kosong,” kata Yasin saat kegiatan Gotong Royong Jumat Asri di Pasar Pagi Pangkalpinang, Jumat (6/11/2026).

Menurut dia, pemerintah telah melakukan pendataan terhadap pedagang yang berjualan di pelataran parkir. Jumlah sementara mencapai sekitar 160 pedagang, meskipun angka tersebut masih menunggu validasi dari UPT Pasar.

Para pedagang tersebut direncanakan menempati lantai satu dan lantai dua. Pemerintah juga tengah mencocokkan jumlah pedagang dengan ketersediaan ruang agar proses pemindahan tidak menimbulkan persoalan baru.

Yasin mengatakan, persiapan relokasi telah memasuki tahap pembersihan sejumlah area, termasuk lantai satu. Sosialisasi kepada pedagang dijadwalkan mulai dilakukan secara masif pada pekan berikutnya melalui UPT Pasar.

Setelah seluruh persiapan dinilai matang, pihaknya akan mengajukan permohonan kepada tim PAD untuk pelaksanaan relokasi.

“Kita akan mencoba beberapa strategi dengan pendekatan persuasif dan humanis. Harapannya, kebijakan penataan pasar ini bisa berjalan dengan baik, lancar dan aman,” ujarnya.

Yasin menegaskan, penataan tersebut bukan semata-mata memindahkan pedagang, melainkan mengembalikan fungsi setiap area pasar sesuai peruntukannya. Pelataran parkir akan dikembalikan menjadi fasilitas parkir, sedangkan aktivitas perdagangan diarahkan ke tempat yang telah disediakan.

Selain optimalisasi ruang, pembenahan infrastruktur juga menjadi perhatian. Sepanjang tahun ini, pemerintah telah melakukan sejumlah perbaikan, di antaranya plafon lantai dua, lantai satu dan fasilitas toilet.

Diskopdag juga menjajaki dukungan Bank Sumsel Babel untuk membantu penyediaan meja batu di lantai satu, mengingat masih terdapat sejumlah ruang yang belum dilengkapi fasilitas tersebut.

Sementara itu, pemeliharaan jalan di sekitar pasar turut dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum, termasuk kemungkinan perbaikan lapisan aspal dan saluran drainase.

Pemerintah berharap penataan dan pembenahan fasilitas tersebut dapat meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pengunjung, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan bangunan Pasar Pagi Pangkalpinang.(RE)

banner nidia kcl.png