Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
AdvetorialPangkalpinang

Dessy Ayutrisna Soroti Keluhan Layanan Kesehatan, Minta Mutu Kontrasepsi Diawasi

×

Dessy Ayutrisna Soroti Keluhan Layanan Kesehatan, Minta Mutu Kontrasepsi Diawasi

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan pentingnya pengawasan mutu alat dan obat kontrasepsi serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ia mengaku menerima laporan mengenai pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan yang perlu menjadi perhatian bersama.

Hal itu disampaikan Dessy saat membuka Diskusi Partisipatif dan Pembinaan Penguatan Sistem Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) Tingkat Kota Pangkalpinang Tahun 2026 di Hotel Grand Manunggal, Rabu (21/10/2026).

admin-ajax.png

Dessy meminta petugas fasilitas pelayanan kesehatan (faskes), mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, tidak hanya memastikan mutu alat kontrasepsi, tetapi juga memberikan pelayanan yang ramah, informatif, dan sesuai kebutuhan pasien.

“Saya berharap petugas-petugas lebih peduli dan memahami bahwa kita harus menjaga mutu Alokon. Tentunya tidak hanya mutunya, tetapi saya juga berharap pelayanan di fasilitas kesehatan menjadi lebih baik,” kata Dessy.

Menurut dia, pelayanan keluarga berencana (KB) tidak boleh dipandang sebatas upaya mengendalikan jumlah penduduk atau menyediakan alat kontrasepsi. Program tersebut memiliki peran strategis dalam membangun keluarga sehat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Keluarga berencana itu akan melahirkan generasi-generasi dan keluarga-keluarga yang sehat, terencana, serta mempunyai kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Dessy juga menekankan pentingnya komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien, terutama bagi masyarakat yang baru pertama kali mengakses layanan kontrasepsi.

Ia mengingatkan bahwa setiap keluarga memiliki kebutuhan dan pertimbangan berbeda dalam menentukan metode kontrasepsi. Karena itu, petugas harus memberikan informasi secara menyeluruh agar masyarakat dapat menentukan pilihan sesuai hak, kebutuhan, dan kondisi keluarganya.

“Petugas harus memberikan informasi sebaik-baiknya sesuai dengan hak mereka, kebutuhan mereka, dan kondisi keluarga. Setiap keluarga memiliki latar belakang dan kebutuhan yang berbeda,” katanya.

Selain keterbukaan informasi, Dessy meminta tenaga kesehatan mengedepankan sikap ramah dan sabar dalam menghadapi pasien. Menurut dia, kualitas komunikasi menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan karena masyarakat datang dengan karakter, kebutuhan, dan pemahaman yang beragam.

Dalam kesempatan tersebut, Dessy menegaskan bahwa kualitas pelayanan fasilitas kesehatan di Pangkalpinang akan terus dipantau. Ia menyebut telah menerima sejumlah laporan dari masyarakat dan wartawan mengenai pelayanan di beberapa fasilitas kesehatan.

“Saya akan terus memonitor dan memantau. Dari pagi juga ada laporan yang masuk kepada saya mengenai beberapa fasilitas kesehatan, baik dari wartawan maupun warga,” ungkapnya.

Ia meminta seluruh petugas menjadikan laporan dan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan. Pengawasan, menurut dia, harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan dan memastikan tata kelola Alokon dilaksanakan secara baik.

Diskusi partisipatif tersebut diharapkan menjadi ruang evaluasi bersama untuk mengidentifikasi persoalan, berbagi pengalaman, dan merumuskan langkah perbaikan dalam pelayanan kontrasepsi di Kota Pangkalpinang.

Dessy berharap penguatan tata kelola Alokon tidak berhenti pada kegiatan pembinaan, tetapi diwujudkan melalui perbaikan nyata di lapangan sehingga masyarakat memperoleh layanan keluarga berencana yang berkualitas, aman, dan sesuai kebutuhan.(RE) 

banner nidia kcl.png