Pangkalpinang, nidianews.com – Kebutuhan darah di Kota Pangkalpinang terus menjadi perhatian. Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk tidak ragu menjadi pendonor baru guna memperkuat ketersediaan stok darah di PMI.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Mangolo Manalu, mengatakan antusiasme masyarakat untuk mendonorkan darah sebenarnya cukup tinggi. Namun, kebutuhan darah yang terus berjalan membuat regenerasi pendonor tetap diperlukan.
βAntusias sekali. Tapi memang kebutuhan darah di Pangkalpinang, terutama karena kasusnya banyak, kita perlu pendonor-pendonor baru,β ujar Hisar saat ditemui di Kantor PMI Kota Pangkalpinang, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Hisar, selama ini PMI masih banyak mengandalkan pendonor reguler. Padahal, jumlah tersebut perlu terus ditambah agar ketersediaan darah dan produk darah dapat terjaga.
βSemakin banyak yang bisa mendonorkan darah, maka suplai atau tabungan darah kita semakin banyak dan kemungkinan produk-produk darah juga bisa tersedia,β katanya.
Ia menjelaskan kebutuhan darah datang dari berbagai kondisi medis. Salah satu yang cukup banyak membutuhkan transfusi adalah pasien thalasemia. Selain itu, darah juga dibutuhkan pasien anemia, ibu yang menjalani persalinan, pasien operasi hingga korban kecelakaan.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan darah tidak selalu dapat diprediksi. Pada kasus kecelakaan maupun persalinan, misalnya, darah bisa dibutuhkan segera pada hari yang sama.
Karena itu, Hisar menilai keberadaan pendonor baru menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pasokan darah.
βKita enggak bisa mengandalkan pendonor reguler saja, tapi perlu pendonor baru,β tegasnya.
Dinkes Pangkalpinang juga terus melakukan sosialisasi agar kesadaran masyarakat untuk berdonor semakin meningkat. Pemerintah daerah, kata Hisar, turut mendukung PMI sebagai mitra pemerintah dalam pelayanan kemanusiaan, termasuk melalui dukungan terhadap operasional PMI.
βKita sebagai mitra, sebagai pemerintah, wajib membantu, apalagi ini menyangkut nyawa,β ujarnya.
Di sisi lain, Hisar mengingatkan masyarakat untuk mulai mengantisipasi potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring perubahan musim.
Ia menyebut kasus DBD di Pangkalpinang saat ini belum mengalami peningkatan yang berarti. Namun, memasuki akhir musim kemarau dan menuju musim hujan, masyarakat diminta tidak lengah.
βJangan menunggu kasusnya banyak. Saya mengharapkan masyarakat bisa antisipasi dengan gotong royong, bersih-bersih,β katanya.
Menurut Hisar, pencegahan DBD harus dilakukan sebelum genangan air bermunculan. Membersihkan lingkungan, memastikan saluran air tidak tersumbat dan menghilangkan tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat.
Pemerintah Kota Pangkalpinang sendiri telah menjalankan kegiatan gotong royong secara rutin dua kali dalam sepekan di sejumlah lokasi, termasuk perkantoran, taman dan pasar.
βKita mengajak supaya masyarakat aktif, jangan hanya menonton. Jangan menunggu. Kalau dari sekarang kita bersihkan, lancarkan selokan dan sebagainya, nanti kalau musim hujan sudah lancar dan tidak ada genangan,β pungkas Hisar.(RE)Β














