Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
IMG-20260227-WA0012
Pangkalpinang

LPPOM dan MUI Babel Gelar Halal Festival Syawal 1447 H, Dorong UMKM Tangguh Hadapi Mandatori 2026

×

LPPOM dan MUI Babel Gelar Halal Festival Syawal 1447 H, Dorong UMKM Tangguh Hadapi Mandatori 2026

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – LPPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi dan edukasi Halal Festival Syawal 1447 H di Lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan bertema β€œToko Bahan Baku Halal, Langkah Awal Menuju UMKM Tangguh” ini diikuti 100 peserta dari berbagai OPD, perbankan, perhotelan, pelaku usaha toko bahan baku halal di Pangkalpinang, serta sekitar 40 peserta yang mengikuti secara daring.

admin-ajax.png

Hadir sebagai narasumber Direktur Umum LPPOM Ir. Muti Arintawati, MSi, Head of Region Development LPH LPPOM Purwono, SIP, Ketua MUI Babel Prof. Dr. KH Hatamar Rasyid, dan Direktur LPPOM Muhammad Ihsan.

Mewakili Gubernur Babel, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Babel, M. Denny Elyasa, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut.

β€œGubernur Babel Dr (HC) Hidayat Arsani sangat mendukung dan mensupport program halal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa mandatori halal akan mulai berlaku pada Oktober 2026, sehingga seluruh produk wajib bersertifikat halal. Menurutnya, isu halal bukan sekadar kepatuhan regulasi, tetapi sudah menjadi kebutuhan global.

β€œPenerapan wajib halal merupakan momentum penting untuk meningkatkan daya saing produk UMKM, memperluas akses pasar, serta membangun kepercayaan konsumen,” jelas Denny.

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, lanjutnya, berkomitmen mendukung percepatan sertifikasi halal, pembinaan UMKM, serta penguatan ekosistem halal melalui kolaborasi dengan LPPOM Babel.

Denny juga mengungkapkan bahwa Dinas Koperasi UKM Babel mendapatkan kuota 5.918 sertifikasi halal skema self declare dari BPJPH pusat. Untuk memaksimalkan kuota tersebut, pihaknya bekerja sama dengan LP3H IAIN SAS. Selain itu, Dinas KUKM juga menganggarkan 65 sertifikasi halal reguler.

Ketua MUI Babel, Prof. Dr. KH Hatamar Rasyid, menegaskan bahwa festival ini memberi manfaat besar bagi pelaku usaha, terutama dalam menghadapi regulasi yang mewajibkan sertifikasi halal bagi seluruh produk di Indonesia.

β€œApabila nantinya terjadi transaksi internasional, orang mancanegara akan menanyakan apakah produk tersebut memiliki sertifikasi halal,” ujarnya.

Menurutnya, halal kini tidak lagi sekadar tren di kalangan umat Islam, melainkan telah menjadi tren global. Ia juga menyinggung pengembangan ekonomi syariah dan pariwisata syariah di Bangka Belitung.

β€œHalal itu pasti bersih, tetapi bersih belum tentu halal. Ini yang menjadi nilai tambah dan keunikan dalam pelayanan,” katanya.

Prof. Hatamar berharap gerakan halal ini menjadi penggerak besar ekonomi Bangka Belitung, baik dari sektor mikro maupun usaha besar, serta memberi kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi dalam membangun ekonomi daerah.

β€œSaya merasa senang dan bahagia, di mana kita saling bahu membahu. Sinergi adalah kunci,” ungkap Rommy.

Menurutnya, kemajuan ekonomi Bangka Belitung hanya dapat dicapai melalui kolaborasi semua pihak. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk tetap optimistis menghadapi tantangan dan dinamika ekonomi tahun 2026.

β€œYang besar tanpa yang kecil menjadi tidak sempurna. Apa yang kita lakukan hari ini, sekecil apa pun, akan memberi manfaat besar,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, LPPOM Babel juga menyerahkan Halal Award 2025 kepada mitra strategis. Selain itu, dilakukan penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada pelaku usaha pendaftar mandiri, yakni AS Bakery, Eddy Tahu, Puri 56 Hotel & Resto, serta Koperasi Bangka Nautica Jaya.

Festival Syawal 1447 H ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membangun ekosistem halal yang kuat dan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (AS)

error: Content is protected !!