Pangkalpinang, nidianews.com – Kebutuhan darah di Kota Pangkalpinang mencapai 60 hingga 70 kantong setiap hari. Angka tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pangkalpinang untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di tengah kebutuhan yang terus berjalan setiap hari, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna mengajak masyarakat tidak menyerahkan persoalan ketersediaan darah hanya kepada PMI.
Ajakan itu disampaikan Dessy saat menghadiri kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-81 PMI Tahun 2026 di Kantor PMI Kota Pangkalpinang, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Dessy, donor darah harus menjadi gerakan bersama. PMI memang memiliki peran penting dalam menyediakan dan mengelola darah, tetapi keberlangsungan stok darah sangat bergantung pada kepedulian masyarakat untuk menjadi pendonor.
“Semoga PMI di Kota Pangkalpinang ini terus semangat dalam membantu masyarakat, terus mengadakan donor, dan tidak hanya dari PMI saja yang inisiatif, tetapi dari masyarakat juga mempunyai kepedulian untuk membantu sesama,” ujar Dessy.
Ia mengatakan kebutuhan darah yang tinggi membuat kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela menjadi sangat penting. Sebab, darah tidak dapat diproduksi secara instan dan ketersediaannya bergantung pada orang yang bersedia mendonorkan darahnya.
“Karena setetes darah itu sangat berarti, kantong darah juga sungguh-sungguh sangat bermanfaat,” katanya.
Ketua PMI Kota Pangkalpinang Muhammad Iqbal mengungkapkan, permintaan darah yang harus dilayani PMI setiap harinya berada di kisaran 60-70 kantong.
“Untuk hari ini, per harinya di PMI Kota Pangkalpinang sebanyak 60 sampai 70 kantong per hari permintaannya,” kata Iqbal.
Besarnya kebutuhan tersebut membuat PMI terus mendorong masyarakat agar tidak hanya donor ketika ada kegiatan tertentu. Kesadaran menjadi pendonor sukarela diharapkan tumbuh sehingga stok darah dapat lebih terjaga.
Dalam momentum HUT ke-81 PMI, PMI Kota Pangkalpinang menargetkan pengumpulan 225 kantong darah. Sebanyak 225 paket makanan ringan juga disiapkan bagi para pendonor yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Sementara untuk kebutuhan darah rhesus negatif, Iqbal mengatakan permintaannya tidak selalu muncul setiap hari. Meski demikian, PMI telah merangkul para pendonor rhesus negatif yang dapat dihubungi ketika darah mereka sewaktu-waktu dibutuhkan.
Bagi Dessy, persoalan kebutuhan darah merupakan urusan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian bersama. Karena itu, ia berharap semakin banyak masyarakat Pangkalpinang yang bersedia mendonorkan darah secara sukarela.(RE)














