Example floating
Example floating
Desain tanpa judul.png
banner 3
Pangkalpinang

Disnaker Pangkalpinang Cetak Barista Muda, Buka Jalan Karier dan Wirausaha di Industri Kopi

×

Disnaker Pangkalpinang Cetak Barista Muda, Buka Jalan Karier dan Wirausaha di Industri Kopi

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Tren industri kopi yang terus berkembang menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Melihat potensi tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang kembali menghadirkan pelatihan kerja peningkatan kompetensi melalui skema Tailor Made Training (TMT) bidang pariwisata, dengan fokus pada pelatihan peracikan kopi dasar atau barista.

Program yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil sekaligus membuka peluang lahirnya pelaku usaha baru di sektor kopi dan ekonomi kreatif.

admin-ajax.png

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di dunia kerja yang terus berkembang.

“Industri kopi saat ini berkembang sangat pesat. Tidak hanya membuka peluang kerja sebagai barista, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membangun usaha mandiri di bidang kuliner dan pariwisata,” ujar Amrah, Senin (21/6/2026).

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap berbagai program pelatihan yang diselenggarakan Disnaker menjadi salah satu alasan BPVP Belitung kembali mempercayakan pelaksanaan pelatihan tersebut kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Amrah menjelaskan, pelatihan barista tidak hanya mengajarkan teknik dasar meracik kopi, tetapi juga membentuk pola pikir produktif dan kewirausahaan bagi peserta. Dengan keterampilan yang dimiliki, peserta diharapkan mampu menangkap peluang usaha yang tersedia seiring menjamurnya kedai kopi dan meningkatnya budaya konsumsi kopi di masyarakat.

“Harapannya, peserta tidak hanya siap bekerja di industri kopi, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan untuk membuka usaha sendiri sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru,” katanya.

Pelatihan akan diikuti oleh 16 peserta yang akan mendapatkan materi teori dan praktik langsung dari instruktur profesional. Seluruh biaya pelatihan ditanggung pemerintah sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut secara gratis.

Amrah juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui BPVP Belitung yang terus mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja di Kota Pangkalpinang.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Semakin banyak tenaga kerja yang kompeten, maka semakin besar pula peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Pendaftaran pelatihan dibuka mulai 19 Juni hingga 9 Juli 2026. Hasil seleksi administrasi diumumkan pada 10 Juli 2026, dilanjutkan proses seleksi peserta pada 13–14 Juli 2026. Pengumuman peserta yang lulus akan dilakukan pada 16 Juli 2026.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 20–29 Juli 2026 dengan total durasi 80 jam pelajaran (JP). Peserta harus berusia minimal 17 tahun, berdomisili di Kota Pangkalpinang yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga Kota Pangkalpinang, serta memiliki Kartu AK-1 atau Kartu Pencari Kerja. Kuota pelatihan terbatas hanya untuk 16 peserta.(*)