Pangkalpinang, nidianews.com – Sebanyak 258 guru dari 108 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mendapat pelatihan menciptakan media pembelajaran berbasis seni musik melalui Workshop Kicau Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini.
Kegiatan yang mengusung tema “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Seni Musik” tersebut diharapkan mendorong guru PAUD semakin kreatif dan inovatif dalam menghadirkan pembelajaran yang menarik sekaligus menyenangkan bagi anak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Darwin, yang mewakili Wali Kota Pangkalpinang Saparudin, mengatakan penguatan kompetensi guru PAUD menjadi penting karena pendidikan anak usia dini merupakan salah satu fondasi bagi keberlanjutan pendidikan anak.
“Workshop ini memiliki arti yang penting dan strategis dalam rangka meningkatkan potensi dan kompetensi guru PAUD di Kota Pangkalpinang,” kata Darwin saat membuka kegiatan tersebut.
Ia mengatakan pemanfaatan seni musik dalam pembelajaran dapat menjadi salah satu pendekatan bagi guru untuk menciptakan proses belajar yang lebih inovatif, kreatif, sesuai dengan kebutuhan anak, serta menggembirakan.
Menurut Darwin, para peserta perlu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap pengetahuan dan pengalaman yang diberikan narasumber, kemudian mengimplementasikannya dalam kegiatan pembelajaran di satuan PAUD masing-masing.
“Kita buka lebar pengetahuan dan motivasi kita hari ini agar apa yang disampaikan narasumber dapat terserap dan dapat kita implementasikan di dunia pendidikan di Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Darwin menilai kualitas pendidikan PAUD tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan sarana prasarana, tetapi juga kemampuan pendidik dalam mengemas pembelajaran sesuai karakteristik anak usia dini.
Karena itu, guru dituntut terus mengembangkan kreativitas agar kegiatan belajar tidak monoton dan mampu membangun pengalaman belajar yang positif bagi anak.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat kesempatan belajar langsung dari narasumber, termasuk menghadirkan penyanyi sekaligus pemerhati pendidikan anak Ria Enes dan sejumlah narasumber lainnya.
Selain workshop bagi guru, kegiatan tersebut dirangkai dengan Lomba Gerak Kreasi Lagu bagi siswa PAUD se-Kota Pangkalpinang. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenalkan seni musik melalui aktivitas yang menyenangkan.
Darwin menegaskan pembangunan pendidikan di Pangkalpinang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah.
“Pembangunan pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi tanggung jawab seluruh stakeholder,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada lembaga pendidikan dan berbagai pihak yang selama ini ikut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Kota Pangkalpinang, baik pada jenjang PAUD maupun pendidikan dasar dan menengah.
Darwin berharap pengetahuan yang diperoleh dalam workshop tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi diterapkan guru dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak langsung terhadap kualitas pendidikan anak usia dini.
“Untuk itu, saya mengajak seluruh peserta yang hadir, guru PAUD dan guru PNF, agar menyerap seluruh yang disampaikan oleh narasumber,” katanya.(RE)














