Pangkalpinang, nidianews.com – Sebanyak 12 peserta dinyatakan lulus dalam Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) Computer Assisted Test (CAT) Reguler III yang diselenggarakan Kantor Loka Monitor (Lokmon) Pangkalpinang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas komunitas amatir radio, termasuk menyasar kalangan nelayan untuk memperkuat komunikasi keselamatan di laut.
Peserta UNAR terdiri atas tujuh orang jenjang Siaga dan lima orang jenjang Penggalang. Seluruh peserta berhasil memenuhi persyaratan kelulusan.
Ketua ORARI Daerah (Orda) Kepulauan Bangka Belitung, Hengky dengan callsign YE4KI, menjelaskan bahwa awalnya Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) hanya menetapkan kuota 10 peserta untuk pelaksanaan UNAR CAT Reguler III.
Namun, ORARI Daerah Babel mengajukan penambahan kuota sehingga jumlah peserta yang dapat mengikuti ujian bertambah menjadi 12 orang.
“ORDA Babel mengajukan penambahan dan mendapat kuota menjadi 12 peserta,” ujar Hengky.
Menurutnya, pelaksanaan ujian berlangsung lancar dan seluruh peserta berhasil dinyatakan lulus.
Hengky mengungkapkan, salah satu peserta yang mengikuti UNAR kali ini adalah Ketua Nelayan Bangka Barat, H. Sijon. Kehadiran perwakilan nelayan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas keanggotaan ORARI di kalangan masyarakat pesisir.
“Kami berharap nelayan lainnya ke depan dapat mengikuti UNAR dan bergabung menjadi anggota ORARI,” katanya.
Ia menilai keterlibatan nelayan dalam organisasi amatir radio akan memberikan manfaat besar, terutama dalam menciptakan penggunaan frekuensi radio yang lebih tertib dan sesuai ketentuan.
Ke depan, ORARI Babel juga berencana melakukan sosialisasi dan pendekatan langsung kepada komunitas nelayan di berbagai daerah, termasuk di Belinyu, Kabupaten Bangka.
“Kami memiliki wacana melakukan sosialisasi sekaligus menjemput bola kepada para nelayan di Belinyu agar semakin banyak yang menjadi anggota ORARI,” ujar Hengky.
Menurutnya, jaringan komunikasi radio amatir sangat penting bagi nelayan, terutama saat terjadi keadaan darurat di tengah laut. Selama ini informasi mengenai insiden di laut masih disampaikan secara estafet antarnelayan sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk diteruskan ke daratan.
Apabila nelayan telah menjadi anggota ORARI, informasi tersebut dapat segera diteruskan melalui jaringan radio komunikasi repeater ORARI sehingga proses penyampaian informasi menjadi lebih cepat dan efektif.
“Kalau mereka sudah tergabung sebagai anggota ORARI, informasi akan lebih cepat disampaikan melalui jaringan repeater ORARI,” jelasnya.
Hengky menambahkan, saat ini sudah ada puluhan nelayan di Bangka Belitung yang bergabung sebagai anggota ORARI.
Sementara itu, Ketua Nelayan Bangka Barat, H. Sijon, mengaku senang dapat mengikuti UNAR sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar ORARI.
Ia berkomitmen mengajak rekan-rekan nelayan lainnya untuk mengikuti jejak yang sama demi meningkatkan kualitas komunikasi di sektor kelautan.
“Ke depan akan saya sampaikan kepada kawan-kawan nelayan agar bisa ikut bergabung,” ujarnya.
Menurut Sijon, selama ini penyampaian informasi ketika terjadi insiden di laut masih mengandalkan komunikasi antarnelayan secara berantai sehingga membutuhkan waktu cukup lama sebelum informasi sampai ke daratan.
“Menjadi anggota ORARI sangat penting agar informasi dapat disampaikan dengan cepat saat terjadi keadaan darurat,” pungkasnya. (AS)














