Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

Budayawan Dorong Festival Budaya Tuatunu Jadi Destinasi Wisata Pangkalpinang

×

Budayawan Dorong Festival Budaya Tuatunu Jadi Destinasi Wisata Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Sejarawan dan budayawan Bangka Belitung Akhmad Elvian mendorong Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk terus mengembangkan dan menggalakkan berbagai kegiatan budaya Melayu di Kelurahan Tuatunu Indah.

Menurut dia, penguatan budaya lokal dapat menjadi salah satu daya tarik wisata budaya sekaligus memperkuat identitas Kota Pangkalpinang.

admin-ajax.png

“Kampung Tuatunu atau Kelurahan Tuatunu Indah ini sudah ditetapkan Pemerintah Kota Pangkalpinang sebagai Kampung Melayu,” kata Akhmad Elvian ditemui usai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Tuatunu Indah, Selasa (25/8/2026).

Akhmad Elvian mengapresiasi pelaksanaan Festival Nganggung Tuatunu 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Namun, ia berharap penyelenggaraan festival budaya tersebut dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas maupun ragam kegiatan yang ditampilkan.

“Kita berharap sebenarnya setiap tahun event ini makin meningkat kualitasnya. Bukan hanya ada Festival Nganggung atau Festival Seroja, tetapi harusnya bisa diperbanyak dengan event-event budaya,” ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai perlombaan dan kegiatan yang berkaitan dengan potensi budaya serta komoditas lokal Tuatunu, seperti lomba mengupas nanas hingga membuat berbagai jenis kuliner berbahan baku nanas.

Menurut Akhmad, kegiatan-kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari paket wisata budaya yang ditawarkan kepada wisatawan ketika berkunjung ke Kampung Melayu Tuatunu.

“Harus ada kreativitas untuk mengembangkan event budaya sehingga orang datang ke Tuatunu bukan hanya untuk melihat Nganggung, tetapi juga dapat menikmati berbagai atraksi budaya dan kuliner khas masyarakat,” katanya.

Meski mengapresiasi pelaksanaan Festival Nganggung tahun ini, Akhmad menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi untuk penyelenggaraan pada tahun mendatang.

Ia menilai kualitas festival tahun ini mengalami penurunan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya, terutama dari aspek tata panggung dan manajemen pertunjukan.

Menurut dia, penataan panggung semestinya memperhatikan keberadaan Masjid Raya Tuatunu sebagai salah satu objek yang memiliki nilai sejarah dan daya tarik visual.

“Dari konteks tata panggung, manajemen pertunjukan kurang pas. Sehingga bagi orang-orang luar yang ingin mengabadikan foto-foto masjid, justru tidak bisa mengeksplor dengan maksimal,” ujarnya.

Akhmad berharap evaluasi terhadap penyelenggaraan Festival Nganggung 2026 dapat menjadi bahan perbaikan sehingga festival budaya Tuatunu pada tahun-tahun berikutnya semakin berkualitas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.

“Semoga di tahun-tahun berikutnya bisa lebih baik,” katanya.(AS)

banner nidia kcl.png