Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

Saparudin Minta ASN Tak Bekerja Sektoral, Persoalan Warga Butuh Kolaborasi

×

Saparudin Minta ASN Tak Bekerja Sektoral, Persoalan Warga Butuh Kolaborasi

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang meninggalkan pola kerja sektoral dan memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Saparudin, kompleksitas persoalan pemerintahan dan kebutuhan masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu dinas. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antaraparat menjadi salah satu kunci agar pelayanan publik berjalan lebih efektif.

admin-ajax.png

Pesan tersebut disampaikan Saparudin saat menutup rangkaian lomba dan laga eksibisi antarperangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang di Taman Mandara, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, jajaran kepala OPD, serta aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Saparudin mengatakan, lomba antar-OPD bukan sekadar kegiatan hiburan untuk memperingati hari jadi kota. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mencairkan sekat birokrasi sekaligus membangun komunikasi antaraparatur.

“Melalui kegiatan perlombaan ini, kita ingin menjalin keakraban dan komunikasi. Mungkin selama ini ada yang belum saling mengenal atau sudah lama tidak bertemu karena aktivitas masing-masing di kantor,” kata Saparudin.

Ia menilai komunikasi informal antaraparat penting untuk membangun koordinasi yang lebih efektif dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

Menurutnya, aparatur yang saling mengenal dan memiliki komunikasi yang baik akan lebih mudah membangun kerja sama ketika harus menangani persoalan yang melibatkan banyak sektor.

Saparudin menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh terjebak pada cara kerja yang hanya berorientasi pada kewenangan masing-masing OPD.

“Ke depan, teman-teman ASN harus lebih bersinergi dan berkolaborasi antardinas. Permasalahan pemerintahan maupun persoalan di tengah masyarakat saat ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang semakin kuat,” ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai persoalan masyarakat yang dalam penanganannya membutuhkan keterlibatan lebih dari satu perangkat daerah.

Karena itu, menurut Saparudin, keberhasilan pemerintahan tidak semata-mata diukur dari capaian satu dinas, tetapi juga dari kemampuan seluruh perangkat daerah bekerja sebagai satu kesatuan.

“Persoalan di masyarakat tidak mengenal batas dinas. Karena itu, pemerintah juga harus hadir secara bersama-sama,” katanya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penekanan agar semangat kebersamaan yang muncul dalam kegiatan olahraga dan perlombaan antar-OPD diterjemahkan dalam pelaksanaan pemerintahan sehari-hari.

Saparudin juga meminta ASN lebih aktif hadir di tengah masyarakat. Aparatur, katanya, harus mampu menjadi pelopor dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Pemkot Pangkalpinang terus mendorong kegiatan gotong royong bersama masyarakat, RT, RW, dan kelurahan, terutama pada Selasa dan Jumat.

Menurut Saparudin, kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat.

“Kebersihan lingkungan akan membuat kawasan menjadi lebih rapi dan nyaman. Lingkungan yang bersih juga tentu memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat. Sebaliknya, lingkungan yang kotor dapat menjadi tempat munculnya berbagai penyakit,” ujarnya.

Dengan turun langsung ke lingkungan masyarakat, ASN diharapkan tidak hanya memahami persoalan warga dari laporan administratif, tetapi juga melihat kondisi lapangan secara langsung.

Selain membangun kolaborasi internal dan kedekatan dengan masyarakat, Pemkot Pangkalpinang juga mendorong perubahan pola pelayanan melalui digitalisasi.

Salah satunya melalui aplikasi PKP Smart yang direncanakan diluncurkan pada 11 September 2026.

Aplikasi tersebut disiapkan sebagai platform terintegrasi untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan publik Pemkot Pangkalpinang melalui telepon pintar berbasis Android maupun iOS.

Saparudin meminta ASN menjadi bagian dari proses transformasi tersebut, bukan sekadar sebagai pelaksana layanan, tetapi juga sebagai penggerak sosialisasi kepada masyarakat.

“Harapan kita, nanti layanan publik di Kota Pangkalpinang dapat diakses dalam satu genggaman melalui smartphone. Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Saparudin berharap momentum Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang menjadi titik penguatan budaya kerja baru di lingkungan pemerintahan—lebih terbuka dalam berkomunikasi, tidak bekerja sendiri-sendiri, dan lebih cepat merespons persoalan masyarakat.

Sebab, bagi pemerintah daerah, pelayanan publik yang kuat tidak lahir dari birokrasi yang bekerja sendiri-sendiri, melainkan dari aparatur yang mampu bergerak sebagai satu tim. (AS)

banner nidia kcl.png