Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

DPRD Pangkalpinang Soroti Keterbatasan Kursi SMP di Tengah Pertumbuhan Penduduk

×

DPRD Pangkalpinang Soroti Keterbatasan Kursi SMP di Tengah Pertumbuhan Penduduk

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Keterbatasan daya tampung sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Pangkalpinang mulai menjadi persoalan seiring pertumbuhan penduduk, terutama di wilayah Kecamatan Gabek. Kondisi itu ditandai dengan ketatnya persaingan calon peserta didik untuk mendapatkan kursi di sekolah negeri.

Anggota DPRD Kota Pangkalpinang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Gabek, M Belia Murantika, mengatakan pembangunan SMP Negeri 11 menjadi salah satu jawaban atas persoalan tersebut, mengingat selama ini wilayah Gabek hanya memiliki SMP Negeri 7 sebagai sekolah negeri.

admin-ajax.png

“Kalau kemarin untuk masuk SMP 7 itu sampai tidak cukup-cukup lagi, berebut. Dengan adanya SMP 11 ini diharapkan masyarakat di sini bisa terakomodasi semua untuk sekolah SMP,” kata Belia usai peletakan batu pertama pembangunan SMP Negeri 11 Pangkalpinang, Rabu (2/9/2026).

Menurut dia, pembangunan sekolah baru tersebut bukan sekadar penambahan infrastruktur pendidikan, tetapi kebutuhan yang sudah mendesak akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan di kawasan yang terus berkembang.

Belia mengatakan pembangunan SMP Negeri 11 telah lama menjadi aspirasi masyarakat, sekaligus mendapat perhatian dari DPRD dan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Karena itu, peletakan batu pertama pembangunan sekolah tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperluas kapasitas pendidikan di wilayah Gabek.

“Ini memang sudah menjadi rencana lama dan sudah sangat diinginkan masyarakat, legislatif maupun Pemerintah Kota. Jadi momen hari ini memang sudah sangat ditunggu-tunggu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan SMP Negeri 11 tidak akan berhenti pada tahap awal. Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama DPRD akan mendorong pengembangan fasilitas sekolah secara bertahap, termasuk membuka peluang dukungan anggaran pemerintah pusat.

Untuk tahap awal pada 2026, pembangunan SMP Negeri 11 menggunakan APBD. Setelah tersedia sejumlah ruang kelas dan fasilitas dasar, pengembangan berikutnya pada 2027–2028 diharapkan dapat didukung melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Untuk pembangunan awal ini melalui APBD, karena pembangunan awal tidak bisa menggunakan dana APBN. Setelah ada beberapa ruang awal untuk SMP 11, nanti 2027–2028 kita lakukan pengembangan dengan meminta bantuan dana APBN,” katanya.

Belia juga menyebut Pemerintah Kota Pangkalpinang telah menyiapkan pembangunan SMP Negeri 12 sebagai bagian dari upaya menambah kapasitas sekolah menengah pertama di daerah tersebut.

Ia berharap penambahan sekolah dapat mengimbangi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pendidikan sehingga persoalan keterbatasan kursi SMP negeri tidak terus berulang setiap tahun.

“Harapan kami pendidikan di Kota Pangkalpinang akan semakin baik tiap tahunnya. Ke depan tidak ada lagi anak-anak kita yang kesulitan mencari sekolah,” ujar Belia.(RE)

banner nidia kcl.png