Pangkalpinang, nidianews.com – Kelompok lanjut usia (lansia) di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, didorong tidak sekadar menjadi angka dalam data kependudukan. Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan layanan kesehatan yang lebih aktif, termasuk pemantauan berbasis rekam medis hingga pelayanan jemput bola ke rumah.
Wali Kota Pangkalpinang Sapain mengatakan, pembangunan Gedung Geriatri RSUD Depati Hamzah harus menjadi awal dari perubahan cara pemerintah memberikan pelayanan kepada lansia.
“Pokoknya bikin lansianya seperti di rumah sendiri,” kata Saparudin saat meresmikan Gedung Geriatri RSUD Depati Hamzah, Sabtu (5/9/2026).
Menurut dia, fasilitas tersebut dirancang agar lansia memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih nyaman, tidak harus menghadapi antrean panjang, serta memiliki ruang untuk mendapatkan pemeriksaan dan terapi.
Namun bagi Saparudin, gedung geriatri tidak boleh berhenti sebagai bangunan fisik. Pemerintah harus mengetahui kondisi kesehatan setiap lansia sehingga pelayanan dapat diberikan secara lebih tepat.
Saparudin meminta Direktur RSUD Depati Hamzah, Tamrin, membangun database lansia di Kota Pangkalpinang yang dilengkapi rekam medis.
Database tersebut nantinya menjadi dasar pemantauan kondisi kesehatan lansia secara berkala.
“Lansia ini kita tahu, oh lansia ini ada darah tinggi, ada diabetes. Dan secara rutin kita lakukan pemeriksaan, baik itu di Puskesmas maupun di unit geriatri,” ujarnya.
Dengan sistem tersebut, pemerintah tidak hanya menunggu lansia datang ketika sakit, tetapi dapat melakukan pemantauan dan pencegahan sejak dini.
Bagi Saparudin, pendekatan tersebut penting karena penyakit pada kelompok lansia membutuhkan penanganan yang berkelanjutan.
Tidak berhenti pada database, Saparudin juga menginginkan unit geriatri memiliki kendaraan khusus untuk pelayanan lansia.
Mobil tersebut diproyeksikan menjadi kendaraan layanan kesehatan bergerak yang dapat mendatangi rumah lansia ketika membutuhkan pemeriksaan.
“Kal>℅da lansia sakit, telepon, langsung datang pakai mobil. Menemui para lansia, mengobatinya. Kalau memang perlu dibawa ke rumah sakit, bawa ke unit gawat darurat,” katanya.
Ia berharap layanan tersebut nantinya tidak hanya bersifat reaktif ketika ada keluhan, tetapi dapat dikembangkan menjadi pemeriksaan rutin dari rumah ke rumah.
“Harusnya nanti bisa rutin ke rumah-rumah memeriksakan para lansia di Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Konsep tersebut, kata Saparudin, merupakan bagian dari cita-cita menghadirkan pelayanan lansia yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ia mengaku mendapat inspirasi dari sistem pelayanan lansia di salah satu kawasan di Australia yang memberikan perhatian khusus kepada warga lanjut usia.
Di kawasan tersebut, menurut Saparudin, dokter dapat melakukan pemeriksaan secara rutin, baik dengan mendatangi rumah pasien maupun melalui unit pelayanan khusus lansia.
Saparudin mengatakan, tujuan akhir pembangunan layanan geriatri bukan hanya menangani penyakit lansia, tetapi meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup masyarakat Pangkalpinang.
Ia menyebut angka harapan hidup masyarakat Pangkalpinang saat ini berada di kisaran 72 hingga 75 tahun.
“Kita harapkan dengan adanya layanan khusus lansia ini, harapan hidup masyarakat Pangkalpinang bisa lebih tinggi lagi,” katanya.
Ia ingin para lansia menjalani masa tua dengan kondisi lebih sehat, nyaman dan bahagia.
Karena itu, Saparudin mengajak masyarakat lansia tidak menunggu sakit parah untuk datang ke fasilitas kesehatan.
“Jangan sungkan-sungkan mau memeriksakan dirinya ke unit geriatri ini. Siapa tahu ada penyakit yang enggak ketahuan,” ujarnya.
Saparudin menilai pelayanan kesehatan juga membutuhkan pendekatan manusiawi. Senyum dan keramahan tenaga medis, menurutnya, dapat memberikan rasa nyaman kepada pasien.
“Kalau dokternya senyum terus waktu memeriksa pasien, belum diobat sudah bisa sembuh,” kata Saparudin.
Gedung Geriatri RSUD Depati Hamzah diresmikan bersamaan dengan Peringatan Hari Jadi Kota Pangkalpinang ke-269, kegiatan donor darah serta pelepasan pegawai purna bakti UPTD RSUD Depati Hamzah, Sabtu (5/9/2026).
Saparudin mengapresiasi DPRD Kota Pangkalpinang, Forkopimda dan berbagai pihak yang mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
Ia berharap gedung baru itu tidak sekadar menjadi tambahan fasilitas rumah sakit, tetapi menjadi titik awal lahirnya sistem pelayanan lansia yang lebih terintegrasi.
Bagi Pemkot Pangkalpinang, lansia bukan sekadar kelompok umur yang dicatat dalam statistik. Mereka adalah warga yang harus dipantau kesehatannya, dilayani dengan cepat dan dipastikan tetap sehat, nyaman dan bermartabat.(RE)














