Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

Kismis Babel Jadi Ruang Perempuan Bangkit, Dessy: Emak-emak yang Down Harus Jadi Kuat

×

Kismis Babel Jadi Ruang Perempuan Bangkit, Dessy: Emak-emak yang Down Harus Jadi Kuat

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Komunitas Emak-emak Manis (Kismis) Bangka Belitung menegaskan perannya sebagai ruang bersama bagi perempuan untuk saling menguatkan, meningkatkan kapasitas diri, sekaligus berkontribusi bagi lingkungan.

Semangat tersebut mengemuka dalam Seminar Wanita memperingati tiga tahun Kismis Babel yang mengusung tema β€œMenjadi Perempuan Informatif, Tangguh, Kreatif dan Inovatif Menghadapi Tantangan Zaman” di Balai Besar Betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Sabtu (5/9/2026).

admin-ajax.png

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna mengapresiasi keberadaan Kismis Babel yang dinilai telah menjadi ruang bagi perempuan untuk berkumpul, berbagi pengalaman, menambah wawasan, sekaligus mendapatkan dukungan ketika menghadapi persoalan kehidupan.

β€œKeberadaan komunitas perempuan seperti halnya Kismis memiliki peran penting dalam membangun semangat dan kepercayaan diri para perempuan, khususnya para ibu,” ujar Dessy.

Menurut dia, komunitas perempuan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi kaum perempuan untuk bangkit ketika menghadapi berbagai persoalan.

Dessy berharap, seiring bertambahnya usia, Kismis Babel semakin mampu menginspirasi dan menjadi wadah bagi perempuan di Bangka Belitung yang membutuhkan teman, wawasan maupun lingkungan yang mendukung.

β€œKismis dapat terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi perempuan di Bangka Belitung,” katanya.

Ia menilai, lingkungan yang suportif dapat membantu perempuan yang sebelumnya merasa sendiri untuk kembali menemukan semangat dan kekuatannya.

β€œSemoga keberadaan Kismis Babel membuat perempuan-perempuan, emak-emak yang tadinya merasa sendiri jadi ada teman, yang down akan jadi kuat,” kata Dessy.

Dessy juga mengajak para perempuan untuk terus mengembangkan tiga aspek penting yang ia sebut sebagai 3K, yakni karakter, keterampilan dan kontribusi.

β€œAyo kita saling menguatkan karakter dan keterampilan yang dimiliki untuk masa depan. Kemudian dengan kontribusi, apakah yang kita lakukan akan memberikan dampak atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Bangka Belitung Hj Hasuna Eriyanti mengatakan, BKOW saat ini menaungi sekitar 50 organisasi wanita di wilayah tersebut.

Menurut Hasuna, keberadaan organisasi perempuan harus diarahkan untuk mengambil peran dalam meningkatkan kualitas perempuan, terutama para ibu.

β€œIbu adalah tiangnya negara dan dalam agama Islam sangat mendukung peran ibu, karena ibu sebagai pendidik pertama dalam keluarga,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap para ibu di Bangka Belitung dapat menjadi sumber informasi sekaligus pendidik bagi anak-anak di lingkungan keluarga.

β€œKita harapkan ibu-ibunya di Bangka Belitung menjadi sumber yang informatif untuk menyampaikan dan mendidik anak-anak untuk menjadi cerdas, pintar serta tangguh dalam menghadapi masalah,” katanya.

Ketua Kismis Babel Bunda Diana mengatakan, memasuki usia tiga tahun, komunitas yang dipimpinnya akan terus mengakomodasi kebutuhan perempuan, mulai dari edukasi, sosial, budaya hingga ekonomi.

β€œKismis Babel akan tetap mengakomodir kebutuhan emak-emak berupa edukasi, sosial budaya termasuk ekonomi. Terutama bagaimana meningkatkan perekonomian mereka,” jelasnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan ruang bagi emak-emak untuk mengembangkan usaha melalui gelaran galeri UMKM. Melalui kegiatan tersebut, para anggota dapat memasarkan berbagai produk hasil produksi rumah tangga.

Diana mengatakan Kismis Babel juga telah bergabung dengan BKOW Babel sejak tahun kedua keberadaannya dan telah memiliki legalitas hukum.

β€œUsia tiga tahun itu masih balita yang masih suka bermain-main, lari-lari dan pengalaman masih belum ada dan memang waktunya masih untuk bermain,” ujarnya.

β€œAlhamdulillah saat ini sudah berjalan tiga tahun, dimana pada tahun kedua Kismis Babel legal secara hukum bergabung dengan BKOW Babel,” sambung Diana.

Ia menegaskan, Kismis Babel akan terus mengambil bagian dalam proses pendidikan dan pemberdayaan perempuan di Bangka Belitung.

Peringatan tiga tahun Kismis Babel tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran jilbab yang mengangkat budaya lokal Bangka Belitung, pemeriksaan kesehatan, donor darah, gelaran galeri UMKM serta bakti sosial berupa santunan kepada anak yatim.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris BKOW Babel Hj Hasuna Eriyanti didampingi Ketua Kismis Babel juga menyerahkan penghargaan kepada Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai organisasi wanita di Bangka Belitung yang tergabung dalam BKOW Babel.(AS)

banner nidia kcl.png