Scroll untuk baca artikel
banner nidia kcl.png
Example floating
Example floating
Baru.png
Pangkalpinang

SMKN 2 Pangkalpinang Pisahkan LDK dan Program Pembinaan, 47 Siswa Digembleng Jadi Calon Pemimpin

×

SMKN 2 Pangkalpinang Pisahkan LDK dan Program Pembinaan, 47 Siswa Digembleng Jadi Calon Pemimpin

Sebarkan artikel ini

Pangkalpinang, nidianews.com – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Pangkalpinang mulai menggembleng 47 siswa melalui Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) tahun pelajaran 2026/2027. Program ini tidak sekadar diarahkan untuk melatih kepemimpinan, tetapi juga membentuk karakter, mental, kedisiplinan dan spiritualitas siswa.

LDK dibuka Kepala SMKN 2 Pangkalpinang Muhammad Rafajar di lapangan sekolah, Jumat (18/9/2026). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 18-20 September 2026, dengan materi yang disusun bersama Korem 045 Garuda Jaya dan Kodim 0413 Bangka.

admin-ajax.png

Rafajar mengatakan peserta LDK merupakan siswa yang sebelumnya telah aktif dalam berbagai organisasi sekolah dan melewati proses seleksi. Mereka dipersiapkan menjadi figur yang mampu berdiri di depan serta menjadi teladan bagi teman-temannya.

“LDK ini untuk membentuk jiwa kepemimpinan, karakter, mental dan spiritual anak-anak agar mereka siap menjadi pemimpin serta menjadi teladan bagi dirinya maupun lingkungan teman-temannya di sekolah,” kata Rafajar kepada nidianews.com di sela pembukaan kegiatan.

Dari 47 peserta, sebanyak 40 siswa berasal dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), empat siswa dari Rohani Islam (Rohis), dan tiga siswa dari Pramuka.

Materi LDK dirancang berjenjang, mulai dari latihan fisik, penguatan mental, pembentukan karakter, tanggung jawab, kepemimpinan hingga pembinaan spiritual. Sekolah ingin memastikan kemampuan memimpin tidak hanya dibangun dari ketahanan fisik, tetapi juga dari sikap dan akhlak.

“Dengan materi itu, mereka bukan hanya kuat secara fisik, memiliki karakter yang baik, tetapi juga memiliki akhlak spiritual yang baik,” ujarnya.

Menurut Rafajar, peserta diharapkan memiliki bekal untuk menjadi calon pemimpin yang mampu memberi contoh dalam hal disiplin, ketertiban dan tanggung jawab. Mereka nantinya diharapkan mampu menjadi penggerak positif di lingkungan sekolah.

Namun, ada perubahan penting dalam pola pelaksanaan LDK tahun ini. SMKN 2 Pangkalpinang sengaja memisahkan kegiatan kepemimpinan dengan program pembinaan bagi siswa yang membutuhkan perhatian khusus.

Rafajar menjelaskan, pada pelaksanaan sebelumnya jumlah peserta LDK lebih banyak karena siswa yang membutuhkan pembinaan juga digabung dalam kegiatan yang sama. Evaluasi sekolah menunjukkan pendekatan tersebut kurang efektif karena karakter dan kebutuhan kedua kelompok berbeda.

“Anak-anak itu memiliki masalah. Tetapi dalam pelaksanaannya agak rancu karena antara dua kelompok ini memiliki karakter yang dari awal sudah berbeda. Jadi penguatannya tidak bisa bersama” ujarnya. (AS)

banner nidia kcl.png