Pangkalpinang, nidianews.com – Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mendorong pengembangan kuliner tradisional sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah. Salah satunya melalui Lempah Kuning Daun Simpur yang diharapkan mampu dikenal hingga tingkat nasional dan internasional.
Hal itu disampaikan Saparudin saat membuka Grand Opening Lempah Kuning Daun Simpur Khas Rempah Selatan24 di Jalan A. Yani Nomor 60, Pangkalpinang, Jumat (9/10/2026).
Menurut Saparudin, lempah kuning merupakan salah satu makanan khas Bangka Belitung yang memiliki keunikan dari sisi bumbu, cara pengolahan, hingga tradisi penggunaan daun simpur.
Ia mengajak masyarakat turut mempromosikan kuliner lokal melalui media sosial agar semakin dikenal luas.
“Lempah kuning ini adalah makanan khas Bangka Belitung. Kita harapkan bisa dipromosikan tidak hanya kepada masyarakat Pangkalpinang dan Bangka Belitung, tetapi juga di tingkat nasional maupun internasional,” kata Saparudin.
Ia menjelaskan, lempah kuning memiliki cara pengolahan yang relatif sederhana. Hidangan ini dimasak menggunakan air, bumbu rempah, dan ikan tanpa tambahan minyak, sehingga memiliki karakter tersendiri dibandingkan sejumlah olahan ikan lainnya.
Selain cita rasa, penggunaan daun simpur juga menyimpan nilai tradisi masyarakat Bangka Belitung. Saparudin mengenang kebiasaan masyarakat pada masa lalu yang menggunakan daun tersebut untuk membungkus ikan saat berbelanja di pasar.
Daun simpur biasanya diikat menggunakan tali purun. Kebiasaan itu menjadi bagian dari kearifan lokal yang mencerminkan kedekatan masyarakat dengan lingkungan dan bahan-bahan alami.
Saparudin berharap keberadaan Lempah Kuning Daun Simpur Khas Rempah Selatan24 tidak sekadar menjadi tempat usaha kuliner, tetapi juga ruang pertemuan masyarakat untuk menikmati makanan tradisional daerah.
Ia menilai, pengembangan usaha kuliner berbasis makanan khas daerah dapat menjadi salah satu sarana memperkenalkan kekayaan budaya Bangka Belitung kepada pengunjung dari luar daerah.
“Kita berharap restoran ini terus bertahan dan berkembang. Lempah kuning juga diharapkan menjadi salah satu identitas Kota Pangkalpinang sekaligus tempat berkumpulnya masyarakat untuk menikmati kuliner khas daerah,” ujarnya.(RE)














