Pangkalpinang, nidianews.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra dan instansi penyelenggara donor darah sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan di Balai Besar Betason OR, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (29/10/2026). Wali Kota Pangkalpinang Saparudin diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Mangoloi Manalu, S.K.M.
Dalam sambutan wali kota yang dibacakan Hisar, pemerintah daerah menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan darah tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Kolaborasi antara pemerintah, Palang Merah Indonesia (PMI), instansi, perusahaan, komunitas, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga ketersediaan stok darah.
“Donor darah bukan sekadar aksi sosial, melainkan wujud nyata dari nilai kemanusiaan yang tertinggi dan rasa cinta sesama manusia,” kata Hisar saat membacakan sambutan wali kota.
Ia menjelaskan, darah yang didonorkan memiliki arti penting bagi pasien dalam kondisi kritis, ibu yang menjalani persalinan, hingga korban kecelakaan yang membutuhkan transfusi untuk menyelamatkan nyawa.
Karena itu, partisipasi masyarakat dan konsistensi instansi dalam menyelenggarakan kegiatan donor darah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan kesehatan.
“PMI tidak dapat bergerak sendiri, pemerintah juga tidak dapat bergerak sendiri. Di sinilah peran seluruh instansi dan mitra menjadi sangat krusial,” ujarnya.
Menurut Hisar, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para mitra yang secara konsisten mendukung kegiatan donor darah, baik di lingkungan kerja maupun komunitas.
Kontribusi mereka dinilai menjadi bagian penting dari upaya kemanusiaan, terutama dalam membantu pasien yang membutuhkan darah untuk menjalani tindakan medis.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap penghargaan itu dapat mendorong lebih banyak instansi, perusahaan, dan komunitas untuk ikut menyelenggarakan kegiatan donor darah secara berkelanjutan.
Selain membantu memenuhi kebutuhan medis, kegiatan donor darah juga diharapkan tumbuh menjadi budaya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Semoga penghargaan ini tidak menjadi titik akhir, melainkan menjadi pemantik semangat untuk terus konsisten. Mari kita jadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat dan budaya saling menolong di Kota Beribu Senyuman ini,” kata Hisar.
Pemkot Pangkalpinang juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra dan pendonor darah sukarela yang telah berkontribusi dalam gerakan kemanusiaan tersebut.
“Melalui penguatan kerja sama lintas sektor, pemerintah berharap ketersediaan darah di Pangkalpinang dapat terus terjaga sehingga masyarakat yang membutuhkan transfusi memperoleh dukungan pelayanan kesehatan secara optimal.” Pungkasnya. (RE)














