Pangkalpinang, nidianews.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang didorong untuk terus memperkuat perhatian terhadap generasi muda melalui dukungan program, ruang kreativitas, dan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Syarli Nopriansyah, menegaskan pemuda merupakan bagian penting dalam menentukan arah masa depan daerah. Karena itu, pembinaan dan pemberdayaan generasi muda harus menjadi perhatian bersama.
Hal tersebut disampaikannya saat penutupan Festival Kepemudaan Kota Pangkalpinang 2026 di Wilhelmina Park, Minggu (1/11/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pangkalpinang dan Hari Sumpah Pemuda.
Syarli mengapresiasi penyelenggaraan festival kepemudaan yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Pangkalpinang. Menurutnya, memulai sebuah kegiatan membutuhkan kreativitas dan inovasi, terlebih untuk menghadirkan kegiatan yang melibatkan banyak pihak.
“Untuk memulai itu sesuatu yang membutuhkan kreativitas dan inovasi lebih dibandingkan kegiatan biasa. Sehingga kegiatan ini kami apresiasi luar biasa. Mudah-mudahan kita sepakat bahwa kegiatan seperti ini harus tetap dilanjutkan pada masa yang akan datang,” kata Syarli.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung festival tersebut. Menurutnya, banyaknya mitra yang terlibat menunjukkan bahwa kegiatan kepemudaan dapat dibangun melalui kolaborasi dan partisipasi bersama.
Syarli, yang juga memiliki latar belakang sebagai aktivis organisasi kepemudaan, mengaku memahami tantangan yang selama ini dihadapi kalangan pemuda, terutama terkait dukungan pemerintah dan kesempatan menjalankan program organisasi.
Ia mengingatkan agar aspirasi pemuda tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti melalui kebijakan dan dukungan nyata.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Seperti yang disampaikan Pak Kadispora tadi, pemuda harus diperhatikan,” ujarnya.
Menurut Syarli, generasi muda merupakan penerus kepemimpinan yang harus dipersiapkan sejak dini. Tanpa pembinaan dan perhatian yang memadai, proses regenerasi kepemimpinan dikhawatirkan tidak berjalan optimal.
“Pemuda selalu mengatakan, tongkat estafet ke depan ada di tangan kami. Kalau kami tidak dipersiapkan dengan baik, bagaimana kami bisa melanjutkan kepemimpinan tersebut?” katanya.
Ia memastikan Pemerintah Kota Pangkalpinang akan berupaya membangun komunikasi yang baik dengan organisasi dan komunitas kepemudaan agar kebutuhan serta harapan generasi muda mendapatkan perhatian.
Syarli juga menyampaikan harapan agar Festival Kepemudaan dapat kembali diselenggarakan pada tahun mendatang. Kendati kondisi keuangan daerah masih menghadapi tantangan, pemerintah akan berupaya menyediakan ruang bagi kegiatan kepemudaan.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa kita upayakan dengan kondisi keuangan yang ada. Setidaknya ada bagian dan perhatian bagi pemuda di Kota Pangkalpinang,” tuturnya.
Ia berharap festival tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran pemuda, bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga wadah melahirkan kreativitas, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Pangkalpinang.(RE)














